Syarat Rapid test & PCR untuk bepergian tidak berlaku bagi kelompok umur ini

Senin, 21 Desember 2020 | 12:05 WIB Sumber: Kompas.com
Syarat Rapid test & PCR untuk bepergian tidak berlaku bagi kelompok umur ini


Untuk mendapatkan layanan tes deteksi corona dengan rapid test antigen atau PCR, calon penumpang bisa mendatangi sejumlah rumah sakit dan klinik. Khusus untuk penumpang pesawat terbang, sejumlah bandara telah menyediakan layanan rapid test antigen. Biaya rapid test antigen tersebut juga cukup terjangkau.

Baca juga: Tips menyembuhkan kemampuan indera penciuman setelah terkena Covid-19

Berikut bandara yang melayani rapid test antigen:

1. Bandara I Gusti Ngurah Bali dengan biaya rapid test antigen sebesar Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam. Layanan rapid test antigen di bandara ini buka sejak pukul 07.00-22.00 WITA.

2. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan biaya rapid test antigensebesar Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

3. Bandara Internasional Yogyakarta dengan biaya rapid test antigen sebesar Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan biaya rapid test antigen sebesar Rp 175.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

5. Bandara Juanda Surabaya dengan biaya rapid test antigen sebesar Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

6. Bandara Adi Soemarmo Solo dengan biaya rapid test antigen sebesar Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

7. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan biaya sebesar rapid test antigen Rp 170.000 dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

Layanan rapid test antigen sudah tersedia di tujuh bandara mulai hari ini, Jumat 18 Desember 2020. Sebagai informasi, sejak Juli 2020 Angkasa Pura I telah menyediakan layanan rapid test antibodi di 11 bandara. Biaya rapid test antibodi di 8 bandara sebesar Rp 85.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Tes Covid-19 Saat Bepergian",


Penulis : Singgih Wiryono
Editor : Sandro Gatra

Selanjutnya: Tips menyembuhkan kemampuan indera penciuman setelah terkena Covid-19

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru