Studi baru, pria lebih berisiko mengalami gejala Covid-19 parah dan kematian

Rabu, 14 Juli 2021 | 13:58 WIB Sumber: Kompas.com
Studi baru, pria lebih berisiko mengalami gejala Covid-19 parah dan kematian

ILUSTRASI. Studi baru, pria lebih berisiko mengalami gejala Covid-19 parah dan kematian


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus positif Covid-19 di dunia terus meningkat seiring penyebaran virus corona Delta dari India. Penelitian terbaru menemukan, pria lebih lebih mungkin menderita Covid-19 gejala parah dan lebih berisiko mengalami kematian.

Terkait hal tersebut, para peneliti mempelajarinya dan menemukan jalur metabolisme yang sangat berkorelasi dengan respons imun pasien pria dengan Covid-19. Sebuah penelitian baru, yang diterbitkan hari ini di jurnal Science Signaling, mengungkap, bahwa pasien Covid-19 pria lebih mungkin mengalami peningkatan kadar asam kynurenic, produk metabolisme asam amino – dibandingkan dengan pasien Covid-19 wanita.

Kadar asam kynurenic yang tinggi ini biasanya dikaitkan dengan beberapa penyakit, seperti skizofrenia dan penyakit terkait HIV. Pasien pria dengan kasus Covid-19 yang parah juga lebih mungkin memiliki rasio asam kynurenic yang tinggi terhadap kynurenine - produk sampingan dari asam amino L-triptofan yang digunakan untuk membuat nutrisi niasin.

"Kita tahu bahwa pria berisiko lebih tinggi daripada wanita tertular Covid-19 yang parah dan perbedaan jenis kelamin dalam respons kekebalan tubuh, memberikan penjelasan yang meyakinkan untuk fenomena ini," kata Caroline Johnson, asisten profesor epidemiologi di Yale School of Public Health dan penulis senior studi ini.

"Kami juga mengetahui bahwa respons imun diatur sebagian oleh metabolit, dan temuan baru ini menawarkan jendela kunci ke dalam mekanisme yang mendasari, bagaimana penyakit Covid-19 ini memengaruhi pasien wanita dan pria secara berbeda."

Baca juga: Gejala Covid-19 varian Delta berbeda dengan umum, simak informasinya

Johnson menjalin kerja sama dengan Akiko Iwasaki, Profesor Imunobiologi dan Biologi Molekuler, Waldemar Von Zedtwitz, yang sebelumnya telah memimpin tim peneliti dalam mengidentifikasi perbedaan signifikan, dalam cara sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki merespons virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Editor: Adi Wikanto

Terbaru