kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.111   78,97   0,98%
  • KOMPAS100 1.145   12,82   1,13%
  • LQ45 828   6,97   0,85%
  • ISSI 288   4,21   1,49%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 517   3,69   0,72%
  • IDX80 128   1,27   1,01%
  • IDXV30 140   1,17   0,84%
  • IDXQ30 140   1,03   0,74%

Soal varian Omicron, ini kata dokter Siloam Hospitals


Minggu, 09 Januari 2022 / 16:02 WIB
Soal varian Omicron, ini kata dokter Siloam Hospitals
ILUSTRASI. gejala omicron


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siloam Hospitals Semarang turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada akan peningkatan penularan virus Corona varian  Omicron (B.1.1.529).

Imbauan disampaikan melalui edukasi bincang kesehatan bertajuk "Kenali Varian Omicron, Cegah Gelombang ke Tiga" pada kanal live Instagram, Jumat (7/1/2022) di kota Semarang, Jawa Tengah.

Mengacu pada data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dokter Spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospitals Semarang, dr. Nalurita Ng. Sp. PK., mengatakan, karakteristik virus varian baru Omicron yang cepat menular termasuk kemampuan virus guna menyebabkan suatu penyakit.

"Varian Omicron menjadi VOC (Varian of Concern) karena sifatnya yang sangat menular dan ada kemungkinan penurunan efektivitas alat diagnostic dan vaksin yang ada sekarang," kata dia.

dr. Nalurita menjelaskan, varian menular dengan cepat dan dapat me Re-infeksi penyintas atau yang sudah mendapatkan dosis vaksin. Meskipun hingga saat ini, resiko rawat inap, gejala berat bahkan kematian akibat Varian Omicron ini tergolong rendah.

Baca Juga: Omicron Menyebar Cepat, Kasus Covid-19 di India Meledak Lagi, Pembatasan Diterapkan

"Namun hendaknya kita tetap waspada karena semakin banyak yang kena, semakin tinggi risiko kelompok rentan (lansia, anak2 dan komorbid) untuk terkena, meningkatkan angka keterisian RS, RS penuh, lama2 yang butuh penanganan bisa tidak tertangani," terangya.

Tes PCR sebagai Deteksi Akurat

Sejak ditetapkannya status pandemi Covid-19 pada Maret 2019, hingga saat ini virus Corona telah mengalami mutasi ke beberapa varian, yaitu Corona varian Alpha, Beta, varian Delta dan yang terkini adalah varian Omicron.

Pemeriksaan yang paling ideal untuk mendeteksi infeksi virus Corona sampai saat ini dapat dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau Swab PCR test. Metode Swab test atau usap digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan.

Sementara itu, penelitian menjelaskan Varian Omicron lebih dominan di daerah 'Bronchus' tidak seperti varian delta yang lebih dominan di parenkim paru.

Dari hal ini bisa diindikasikan betapa varian ini akan keluar menyebar apabila si 'carrier', hanya dengan batuk saja. Dan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa varian of concern ini tidak berbahaya.

Baca Juga: Indonesia Kedatangan 4,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Donasi COVAX

Pada edukasinya, Dokter Spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospitals Semarang, dr. Nalurita Ng. Sp. PK., menjelaskan agar masyarakat memperhatikan MIS-C atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Children yaitu kumpulan syndrome akibat Covid-19 pada anak-anak. Angka kejadian memang sedikit tetapi berisiko fatal sampai kematian.

"Ada banyak informasi tentang pengembangan virus yang beredar. Misalnya virus Flurona' yang bukan varian baru dari Corona dan sebenarnya adalah "ko-infeksi" satu sama lainnya. Sedangkan "Delmicron" sendiri juga belum dapat disebut Varian Of Concern menurut para ahli WHO," kata dr. Nalurita

Ia mengingatkan agar masyarakat dapat secara bijak memilih informasi sesuai sumber yang jelas keakuratannya termasuk secara kontinyu menjalankan Protokol Kesehatan 5M + 3T + Vaksinasi dan tentunya hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga sebagai kunci penting dalam melewati pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×