Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Tes PCR sebagai Deteksi Akurat
Sejak ditetapkannya status pandemi Covid-19 pada Maret 2019, hingga saat ini virus Corona telah mengalami mutasi ke beberapa varian, yaitu Corona varian Alpha, Beta, varian Delta dan yang terkini adalah varian Omicron.
Pemeriksaan yang paling ideal untuk mendeteksi infeksi virus Corona sampai saat ini dapat dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau Swab PCR test. Metode Swab test atau usap digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan.
Sementara itu, penelitian menjelaskan Varian Omicron lebih dominan di daerah 'Bronchus' tidak seperti varian delta yang lebih dominan di parenkim paru.
Dari hal ini bisa diindikasikan betapa varian ini akan keluar menyebar apabila si 'carrier', hanya dengan batuk saja. Dan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa varian of concern ini tidak berbahaya.
Baca Juga: Indonesia Kedatangan 4,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Donasi COVAX
Pada edukasinya, Dokter Spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospitals Semarang, dr. Nalurita Ng. Sp. PK., menjelaskan agar masyarakat memperhatikan MIS-C atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Children yaitu kumpulan syndrome akibat Covid-19 pada anak-anak. Angka kejadian memang sedikit tetapi berisiko fatal sampai kematian.
"Ada banyak informasi tentang pengembangan virus yang beredar. Misalnya virus Flurona' yang bukan varian baru dari Corona dan sebenarnya adalah "ko-infeksi" satu sama lainnya. Sedangkan "Delmicron" sendiri juga belum dapat disebut Varian Of Concern menurut para ahli WHO," kata dr. Nalurita
Ia mengingatkan agar masyarakat dapat secara bijak memilih informasi sesuai sumber yang jelas keakuratannya termasuk secara kontinyu menjalankan Protokol Kesehatan 5M + 3T + Vaksinasi dan tentunya hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga sebagai kunci penting dalam melewati pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













