Serupa tapi tak sama, ini perbedaan Covid-19, flu dan alergi

Senin, 08 Februari 2021 | 05:29 WIB Sumber: Kompas.com
Serupa tapi tak sama, ini perbedaan Covid-19, flu dan alergi

ILUSTRASI. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 bisa mengalami sesak napas selama 5-10 hari setelah gejala demam muncul. KONTAN/Muradi/01/08/2010

Covid-19 disebabkan oleh virus corona. Patogen ini sebenarnya erat kaitannya dengan pilek (salesma) daripada flu musiman. Meski ada beberapa tumpang tindih, gejala khas Covid-19 lebih mirip dengaan flu pilek dibanding flu biasa. 

Gejala flu pilek termasuk demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung meler atau tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. 

Sementara flu biasa pilek atau hidung tersumbat, radang tenggorokan, batuk, sesak, nyeri badan ringan, sakit kepala ringan, bersin, demam ringan, dan malaise. 

“Dalam hal membedakan antara flu dan Covid-19, hampir tidak mungkin untuk membedakannya,” kata Dr. Jake Deutsch, salah satu pendiri dan direktur klinis dari pusat Cure Urgent Care and Speciality Infusion di New York. 

Baca Juga: Kenali urutan gejala terinfeksi virus corona untuk cegah Covid-10 kluster keluarga

"Itu kenapa orang disarankan untuk mendapatkan vaksinasi flu sehingga setidaknya dapat meminimalkan risiko flu dibandingkan dengan yang lainnya." 

"Demam, nyeri tubuh, batuk, bersin semuanya bisa dikaitkan dengan keduanya. Jadi jika seseorang mengalami gejala itu, ada kekhawatiran seseorang kena flu atau Covid-19," jelasnya. 

Jika Anda memiliki kasus Covid-19 ringan, flu, atau pilek, pengobatan diarahkan untuk mengatasi gejala, kata Cutler. 

"Umumnya asetaminofen dianjurkan untuk mengatasi demam," ujarnya. “Obat batuk dan sirup obat batuk juga dapat membantu mengencerkan sekresi lendir. Jika ada hidung tersumbat, antihistamin mungkin berguna.”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Covid-19, Flu, dan Alergi"
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

 

Selanjutnya: Jarang yang tahu, ini berbagai gejala tak umum Covid-19

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru