Reproduksi dan Seks

Sering dianggap mengganggu, apa sih manfaat rambut di organ intim manusia?

Sabtu, 02 November 2019 | 13:19 WIB Sumber: Grid
Sering dianggap mengganggu, apa sih manfaat rambut di organ intim manusia?

ILUSTRASI. Ilustrasi daerah kemaluan. Rambut yang muncul pada organ intim kadang dipandang sebagai hal yang mengganggu. REUTERS/Danny Moloshok


Teori Zaman Prasejarah
Ada hipotesis lain tentang mengapa kita memiliki rambut di tempat kemaluan kita. Beberapa orang percaya bahwa itu membuat alat kelamin kita tetap hangat. Untuk diketahui pada zaman prasejarah, ketika hanya cawat dikenakan untuk menutupi penis atau vulva, bulu kemaluan menjadi pelindung utama dari cuaca, yang saat itu dingin sekali.

Tapi yang jadi pertanyaan, jika pekerjaan utama rambut kemaluan adalah untuk menjaga alat kelamin tetap hangat, laki-laki mungkin akan memiliki rambut di batang penis mereka, dan lebih banyak rambut pada skrotum untuk mengisolasi testis.

Selain itu, wanita akan memiliki rambut di kulit batang bawah mereka untuk melindungi organ reproduksi internal. Jadi pendapat di atas, untuk saat ini tidak berlaku.

Teori Pelindung
Ada lagi teori yang menyatakan bahwa rambut kemaluan untuk wanita mirip dengan silia di hidung (rambut/bulu hidung) dan bulu mata. Dalam hal ini, rambut kemaluan mencegah kotoran dan partikel memasuki vagina.

Namun, satu masalah dengan teori ini adalah bahwa pria tidak memiliki kunci pelindung serupa di sekitar pembukaan uretra mereka. Kembali, teori ini pun tidak bisa mewakili dan menjawab mengenai rambut kemaluan manusia.

Baca Juga: Pentingkah mengetahui persentase lemak tubuh?

Teori Evolusi
Ilmuwan evolusi berpendapat bahwa manusia mungkin berevolusi untuk memiliki rambut kemaluan yang kurang menarik bagi lawan jenis, suatu bentuk seleksi seksual. Sejauh penggunaan non-fungsional berjalan, rambut kemaluan bisa dekoratif atau menarik bagi pemiliknya atau orang lain.

Ini dapat dipotong atau ditata dengan cara untuk menarik pasangan seksual, yang dapat meningkatkan potensi seksual, setidaknya secara teori. Kultur yang berbeda mungkin memiliki norma yang disukai untuk rambut kemaluan, mulai dari yang benar-benar dihilangkan, hingga yang ditata, hingga yang alami.

Beberapa tanya jawab terkait di bawah ini mengeksplorasi banyak kemungkinan estetika dari tatanan rambut kemaluan. Tapi mengenai hal tersebut pun masih dipertanyakan oleh banyak orang dan ahli. Karena masih individual sifatnya.

Jadi kesimpulannya, belum ada teori yang bisa memecahkan manfaat, terlebih misteri dibalik rambut kemaluan manusia. (Gazali Solahudin/Grid Health)

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi


Terbaru