kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sering dianggap menakutkan, benarkah kolesterol berbahaya?


Jumat, 29 November 2019 / 10:24 WIB
Sering dianggap menakutkan, benarkah kolesterol berbahaya?
ILUSTRASI. Kebanyakan orang menganggap kolesterol hanyalah komponen jahat yang merusak tubuh.

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolesterol memang seringkali jadi penyebab berbagai gangguan di tubuh, seperti penyakit jantung hingga tekanan darah tinggi. Sehingga, tidak heran jika kebanyakan orang menganggap kolesterol hanyalah komponen jahat yang merusak tubuh.

Padahal, pada kenyataannya, kolesterol adalah komponen yang penting untuk tubuh. Dalam jumlah yang cukup, kolesterol akan membantu berbagai fungsi di tubuh berjalan dengan baik. Kolesterol baru akan merugikan apabila jumlahnya berlebihan.

Sebenarnya, apa itu kolesterol? Kolesterol adalah komponen yang konsistensinya mirip seperti lemak atau lilin dan bisa ditemukan di semua sel di tubuh. Dalam jumlah yang cukup, kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan komponen lain yang digunakan untuk mencerna makanan.

Tubuh kita secara alami sudah memproduksi kolesterol dengan sendirinya. Sehingga, tambahan kolesterol dari makanan sebenarnya tidak dibutuhkan. Lagipula, makanan tinggi kolesterol biasanya kaya akan lemak jenuh, yang bisa meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit berbahaya, termasuk serangan jantung.

Baca Juga: Ini enam alasan untuk tidak menurunkan berat badan terlalu cepat

Jenis-jenis kolesterol yang ada di dalam tubuh

Kolesterol tidak selalu memberikan dampak buruk untuk tubuh. Sebab, kolesterol sendiri pun dibagi menjadi beberapa jenis. Karena pembagian inilah kemudian muncul istilah kolesterol jahat dan kolesterol baik. Lebih lengkap, berikut ini jenis-jenis kolesterol yang ada di tubuh kita.

1. Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL adalah jenis kolesterol yang selama ini kita kenal, yaitu kolesterol jahat. LDL merupakan kolesterol yang bisa menumpuk di pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.

2. High Density Lipoprotein (HDL)

HDL inilah yang sering disebut sebagai kolesterol baik. Sehingga, meski termasuk jenis kolesterol, semakin tinggi kadar HDL di tubuh, maka semakin baik. HDL berfungsi untuk membawa LDL menjauhi pembuluh darah dan kembali ke hati. Di hati, kolesterol jahat ini akan dipecah dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Meski begitu, HDL tidak akan sepenuhnya menghilangkan LDL. Hanya sepertiga atau seperempat kolesterol jahat yang akan dibawa oleh HDL. Apabila kadar kolesterol baik di tubuh kita mencukupi, maka kita bisa lebih terlindungi dari penyakit jantung dan stroke. Sementara itu, jika kadar kolesterol baik di tubuh kita rendah, maka risiko penyakit jantung akan meningkat.

3. Trigliserida

Trigliserida adalah jenis lemak paling yang paling umum di tubuh. Trigliserida akan menyimpan kelebihan energi yang didapat dari makanan menjadi lemak di tubuh.

Tingginya kadar trigliserida, ditambah dengan LDL yang tinggi dan HDL yang rendah, akan membuat pembuluh darah penuh dengan lemak. Sehingga, risiko penyakit jantung dan stroke pun meningkatkan.

Baca Juga: Apakah penderita diabetes boleh makan telur?

Berapa kadar kolesterol yang normal? Untuk menghitung kadar kolesterol, Anda dapat mengunjungi laboratorium atau rumah sakit terdekat. Baik atau buruknya kadar kolesterol dalam tubuh, akan dilihat dari total kolesterol, yaitu jumlah dari LDL, HDL, dan trigliserida.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×