kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 1,93%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perhatikan, Ini Frekuensi BAB yang Normal dan Indikasi Masalah BAB


Kamis, 24 Agustus 2023 / 12:32 WIB
Perhatikan, Ini Frekuensi BAB yang Normal dan Indikasi Masalah BAB
ILUSTRASI. Perhatikan, Ini Frekuensi BAB yang Normal dan Indikasi Masalah BAB.


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Salah satu sekresi yang penting untuk tubuh adalah buang air besar atau BAB. Sayangnya fungsi fisiologis ini sering dianggap tabu untuk dibicarakan. 

Akibatnya sering kali masyarakat masih awam tentang kondisi ini seperti berapa kali BAB sehari atau indikasi BAB yang bermasalah. 

Melasnir situs Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, pola dan frekuensi buang air besar pada orang dewasa dapat bervariasi pada masing-masing orang. 

Tidak ada angka pasti, beberapa individu mungkin mengalami BAB setiap hari, sedangkan yang lain mungkin hanya beberapa kali dalam seminggu. 

Baca Juga: Kenali 10 Manfaat Jeruk Bali Untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Kedua pola ini dapat dianggap normal selama tidak ada gejala yang mengindikasikan masalah kesehatan yang mendasarinya.

Firman Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya menyebut, kunci dari normalitas adalah kenyamanan dan konsistensi.

“Jika seseorang secara konsisten mengalami perubahan yang mencolok dalam pola atau frekuensi BAB mereka, itu bisa menjadi tanda perlu adanya evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan,”ujar Firman, dikutip dari situs UM Surabaya.

Indikasi masalah BAB

Ia menjelaskan, konsistensi feses juga merupakan faktor penting dalam menilai normalitas buang air besar. 

Feses yang normal biasanya memiliki tekstur yang lembut, mudah untuk dikeluarkan, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu cair.

Istilah "Bristol Stool Scale" digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis konsistensi feses, mulai dari yang sangat keras (tipe 1) hingga cair (tipe 7). 

Idealnya konsistensi feses yang diinginkan adalah tipe 3 hingga 4, yang menunjukkan keseimbangan yang baik antara kelembutan dan kepadatan.

Warna feses dapat bervariasi dari coklat terang hingga coklat gelap, tergantung pada diet dan proses pencernaan. 

Perubahan warna yang mencolok, seperti feses berwarna hitam atau merah, dapat menjadi tanda adanya perdarahan dalam saluran pencernaan dan harus segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: 5 Manfaat Telur Ayam Untuk Kesehatan Tubuh Wajib Diketahui, Apa Saja?

Beberapa masalah umum yang sering terjadi saat BAB diantaranya yaitu: 

1. Sembelit atau konstipasi: Suatu kondisi ketika pergerakan usus menjadi lambat, menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Ini dapat disebabkan karena pola makan yang rendah serat, kurangnya konsumsi air, kurangnya aktivitas fisik, dan suka menunda buang air besar.

2. Diare: Kondisi dimana tinja menjadi lebih cair dan terjadi beberapa kali saat diwaktu yang sama dengan intensitas lebih sering dari biasanya. Penyebab diare dapat bervariasi, termasuk infeksi bakteri, virus, parasit, makanan, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu.

3. Hemoroid atau wasir: Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di daerah anus dan rektum membengkak, yang bisa disebabkan karena adanya tekanan berlebihan saat BAB, sembelit kronis, atau faktor penyebab lainnya.

4. Fisura: Kondisi ini adalah luka kecil atau retakan di kulit di sekitar anus. Ini sering kali terjadi akibat melewati tinja yang keras

“Untuk itu agar terhindar dari beberapa masalah tersebut, kita harus penuhi asupan serat yang cukup, baik dari buah-buahan mapun sayur, karena serat membantu menjaga tinja tetap lunak dan memperlancar pergerakan usus. Kemudian konsumsi air yang cukup, olahraga teratur dan hindari menunda buang air besar,”pungkas Firman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×