kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Penyebab dan faktor risiko sindrom iritasi usus besar ini perlu Anda waspadai


Senin, 01 Februari 2021 / 13:35 WIB
ILUSTRASI. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom iritasi usus besar.


Penulis: Belladina Biananda

Mayo Clinic menyebutkan, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami IBS. Umumnya, IBS bisa dialami oleh seseorang yang berusia di bawah 50 tahun, memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sama, dan memiliki gangguan kesehatan mental.

Selain stres, beberapa jenis makanan juga dapat memicu kemunculan IBS. Misalnya, produk olahan susu, gandum, buah-buahan dengan rasa yang asam, dan minuman berkarbonasi.

Jika terus dibiarkan, tentu saja IBS bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang terjadi akibat IBS adalah hemoroid atau wasir.

Untuk menurunkan risiko terkena IBS, ada baiknya bagi Anda untuk menjaga pola hidup yang sehat. Selain itu, kelola stres dengan cara yang baik, seperti menulis jurnal, melakukan hobi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya: Gejala usus buntu yang harus Anda ketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×