kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Pentingnya peran orang tua meyakinkan anak untuk divaksin Covid-19


Rabu, 24 November 2021 / 09:30 WIB
Pentingnya peran orang tua meyakinkan anak untuk divaksin Covid-19


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun terus berjalan. Di sini, peran orang tua untuk meyakinkan anak agar mau divaksin sangatlah penting. 

Hari Nugroho, Senior Manager External Communication & CSR PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menceritakan bahwa dia harus meyakinkan anaknya untuk divaksin. Pasalnya, pada awalnya si anak tidak mau karena takut disuntik.   

"Kami meyakinkan bahwa setiap orang termasuk anak-anak perlu dilindungi melalui vaksin Covid-19," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (23/11). 

Saya yakinkan dia waktu itu bahwa vaksin membantu kita supaya kita bisa punya kekebalan terhadap virus Covid-19 dan kami ingatkan tidak setiap orang punya kesempatan divaksin, jadi ketika ada kesempatan vaksinasi kita tidak boleh melewatkan," katanya.

Baca Juga: Cara efektif mencegah virus corona yang perlu Anda lakukan

Setelah diyakinkan, akhirnya si anak bersedia untuk divaksin. Pada saat itu, anaknya mendapatkan vaksin merek Sinovac. Dosis pertama disuntikkan pada 30 Juli 2021 dan dosis kedua pada 21 Agustus 2021 di sentra vaksinasi di Gandaria Jakarta. 

"Syukurlah, tidak ada KIPI berupa demam atau lainnya. Anak bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya. 

Setelah rampung divaksinasi, Hari mengatakan, anaknya sudah punya kesadaran sendiri tentang protokol kesehatan. Dia tahu bahwa virus Covid-19 masih ada. 

Kesadaran ini muncul karena setiap hari si anak terpapar oleh edukasi tentang protokol kesehatan baik dari orang tua, guru di sekolah dan media.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Realisasi belum optimal, vaksinasi Covid-19 untuk lansia harus segera dipercepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×