Penyakit Menular

Peneliti: Virus corona bermutasi, kini sembilan kali lebih menular

Jumat, 03 Juli 2020 | 10:25 WIB Sumber: CNN
Peneliti: Virus corona bermutasi, kini sembilan kali lebih menular

ILUSTRASI. Pasien virus corona di Amerika Serikat. Peneliti menyebut virus corona bermutasi, kini sembilan kali lebih menular. REUTERS/Jason Redmond TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebuah studi global telah menemukan bukti kuat bahwa bentuk baru virus corona telah menyebar dari Eropa ke AS. Mutasi baru membuat virus lebih kuat dalam menginfeksi orang, tetapi rasa sakit yang ditimbulkan justru lebih ringan.

"Virus corona yang ada saat ini adalah bentuk dominan yang menginfeksi orang," ujar Erica Ollmann Saphire dari La Jolla Institute for Immunology dan Coronavirus Immunotherapy Consortium, yang bekerja pada penelitian ini kepada CNN.

Baca Juga: Corona di Korea Selatan: Kasus baru kembali meroket dan tersebar di seluruh wilayah

Studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Cell, didasarkan pada beberapa pekerjaan sebelumnya yang dilakukan tim yang dirilis pada server pracetak pada awal tahun. Informasi yang dibagikan tentang urutan genetik telah mengindikasikan bahwa versi virus mutan tertentu telah mengambil alih.

Sekarang tim tidak hanya memeriksa lebih banyak urutan genetik, tetapi mereka juga menjalankan eksperimen yang melibatkan orang, hewan, dan sel dalam cawan laboratorium yang menunjukkan versi mutasi lebih umum dan lebih menular daripada versi lain.

"Kami tahu bahwa virus baru itu lebih bugar. Sekilas tidak terlihat seperti lebih buruk," kata Saphire.

Baca Juga: Klaster Covid-19 Unilever: 1 pabrik ditutup, 265 karyawan dirumahkan sementara

Versi baru virus corona ini itu tampaknya berkembang biak lebih cepat di saluran pernapasan bagian atas seperti hidung, sinus, dan tenggorokan yang akan menjelaskan mengapa ia menyebar dengan lebih mudah.

Tetapi tes pada 1.000 pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit di Inggris menunjukkan gejala pada mereka yang terinfeksi versi baru tidak lebih buruk daripada mereka yang tertular virus asli.

David Montefiore dari Duke University dan rekannya menguji virus di laboratorium. "Kami dapat menguji apakah bentuk G dari virus lebih menular daripada bentuk D," ujar Montefiore.

Baca Juga: Kim Jong Un klaim berhasil hentikan penyebaran virus corona di negaranya

"Semua hasil sepakat bahwa bentuk G tiga sampai sembilan kali lebih menular daripada bentuk D," tambahnya. 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi


Terbaru