Panduan vaksin Covid-19 bagi penderita kanker, perhatikan pengobatan yang berjalan

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:57 WIB Sumber: Kompas.com
Panduan vaksin Covid-19 bagi penderita kanker, perhatikan pengobatan yang berjalan

ILUSTRASI. Panduan vaksin Covid-19 bagi penderita kanker, perhatikan pengobatan yang berjalan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

2. Imunoterapi

Untuk sebagian besar pasien kanker yang menerima imunoterapi, tidak masalah melakukan vaksin Covid-19 disertai perawatan tersebut.

3. Obat steroid

Kortikosteroid dapat mengurangi respons terhadap vaksin Covid-19. Jika pasien kanker memerlukan kortikosteroid sebagai bagian dari pengobatannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter waktu vaksinasi yang tepat.

4. Perawatan hormonal

Perawatan endokrin atau hormonal untuk kanker termasuk tamoxifen, penghambat aromatase, analog LHRH dan anti-androgen diharapkan tidak mengubah keamanan atau efektivitas vaksin.

5. Perawatan IVIG

Untuk sebagian besar pasien kanker yang menerima IVIG, tidak masalah untuk melanjutkan vaksinasi tanpa menghentikan terapi IVIG.

6. Terapi radiasi

Sebagian besar pasien kanker yang menerima terapi radiasi juga bisa melakukan vaksinasi tanpaperlu menghentikan terapi.

7. Operasi

Pasien kanker yang melakukan operasi sebaiknya hindari vaksin Covid-19  dengan waktu yang terlalu dekat dengan jadwal operasi. Pasalnya, vaksin Covid-19 bisa memicu demam dalam 24 hingga 48 ham pertama.

Hal ini juga bisa mengakibatkan pembatalan operasi. Bagi mereka yang menjalani splenektomi, Anda harus menerima dosis vaksin pertama setidaknya dua minggu atau lebih sebelum operasi jika memungkinkan.

Itulah panduan vaksin Covid-19 bagi penderita kanker. Ingat, pandemi corona masih berlangsung. tetap patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amankah Vaksin Covid-19 untuk Pasien Kanker?",


Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

 

Selanjutnya: Bakal ada vaksin Covid-19 baru dalam bentuk tablet dan semprotan hidung?

 

 

Editor: Adi Wikanto
Terbaru