kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pahami dermatitis kontak akibat penggunaan hand sanitizer


Rabu, 18 Agustus 2021 / 12:03 WIB
Pahami dermatitis kontak akibat penggunaan hand sanitizer
ILUSTRASI. Pengunjung memakai hand sanitizer. Tribunnews/Irwan Rismawan


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuci tangan menjadi kegiatan penting selama masa pandemi ini agar terhindar dari infeksi Covid-19. Hanya saja, terlalu sering cuci tangan tentu akan membuat tidak nyaman kulit tangan, terlebih saat Anda mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.

Pasalnya, kandungan alkohol yang tinggi pada hand sanitizer ini dapat merusak lapisan lemak pada kulit, lalu merusak ikatan antara sel kulit, dan menurunkan kemampuan kulit dalam mengingat air, sehingga bisa menyebabkan kulit kering.

Dokter Silvestri dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, jika hal tersebut dibiarkan dapat membuat iritasi pada kulit. Nah, di masa pandemi ini cukup banyak kasus dermatitis kontak iritan (DKI) atau bisa disebut reaksi iritasi kulit. “Hal ini terjadi akibat penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat membuat kulit menjadi perih hingga iritasi,” kata dokter Silvestir.

Lalu, Apa itu dermatitis kontak? Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit baik itu reaksi akut ataupun kronik yang disebabkan oleh bahan atau substansi yang menempel pada kulit. Perlu Anda ketahui, ada dua macam dermatitis kontak yaitu Dermatitis Kontak Iritan (DKI) dan Dermatitis Kontak Alergi (DKA).

Baca Juga: Cara terbaik mencegah virus corona yang perlu Anda coba

Pertama, dokter Silvestri menjelaskan, dermatitis kontak iritan merupakan reaksi peradangan kulit non-imunologik, jadi kerusakan kulit terjadi langsung tanpa didahului proses sensitisasi. Dan kedua, dermatitis kontak alergi terjadi pada seseorang yang telah mengalami sensitisasi atau orang dengan riwayat alergi.

Dermatitis kontak iritan ini dapat diderita oleh semua orang. “Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang terjadi karena berkontak dengan bahan iritan dalam waktu dan konsentrasi yang cukup lama,” tambahnya.

Nah, kelainan kulit yang terjadi ditentukan oleh lama kontak atau secara terus-menerus, konsentrasi pada bahan tersebut, gesekan, trauma fisik, suhu, dan kelembaban. Ujungnya, bahan iritan tersebut dapat merusak lapisan lemak pada kulit dan menurunkan kemampuan kulit dalam mengikat air, sehingga bisa menyebabkan kulit tangan kering,

Yang perlu Anda ketahui, bahan iritan penyebab dermatitis kontak iritan diantaranya seperti sabun dan deterjen, bahan pemutih, disinfektan, bubuk seperti merica, debu, larutan asam, alkali atau klorin.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×