Produk dan Layanan

Obat Dexamethasone diklaim ampuh sembuhkan pasien corona, tapi ada efek sampingnya

Rabu, 17 Juni 2020 | 17:19 WIB Sumber: Kompas.com
Obat Dexamethasone diklaim ampuh sembuhkan pasien corona, tapi ada efek sampingnya

ILUSTRASI. Dexamethasone sudah ada di pasaran sejak 50 tahun, harganya murah dan efek sampingnya kecil

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pandemi virus corona terus menginfeksi banyak orang. Bersamaan itu, para medis mulai menemukan obat yang cukup efektif menyembuhkan corona. Salah satunya adalah obat dexamethasone.

Obat dexamethasone sudah ada dipasaran sejak lama. Namun setiap orang dilarang konsumsi obat dexamethasone sembarangan karena ada efek samping yang berbahaya.

World Health Organization (WHO) menyambut baik temuan awal penggunaan dexamethasone untuk mengobati pasien Covid-19 yang berada dalam kondisi kritis.

Mengutip situs resmi WHO, Rabu (17/6/2020), untuk pasien yang menggunakan ventilator pengobatan ini terbukti mengurangi tingkat mortalitas sebanyak sepertiganya. Sementara itu pada pasien yang membutuhkan bantuan oksigen, tingkat mortalitas berkurang seperlimanya.

Baca juga: Inilah nutrisi penting yang sembuhkan pasien corona di RSUP Sanglah Denpasar

Namun WHO menegaskan, temuan awal ini baru efektif pada pasien Covid-19 dalam kondisi kritis. Temuan ini belum terbukti efektif pada pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ini adalah pengobatan pertama yang terbukti mengurangi angka mortalitas pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen atau ventilator.

Apa itu dexamethasone? Dexamethasone termasuk dalam golongan obat kortikosteroid. Obat-obatan jenis ini meningkatkan respon pertahanan alami tubuh sehingga mengurangi gejala-gejala seperti bengkak dan reaksi alergi.

Mengutip situs WebMD, Rabu (17/6/2020), dexamethasone adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi seperti arthritis, kelainan hormon/ darah/ imun, reaksi alergi, beberapa kondisi penyakit mata dan kulit, masalah pernapasan, dan beberapa jenis kanker.

Situs WHO menyebutkan dexamethasone telah digunakan sejak tahun 1960-an untuk mengurangi peradangan dan beberapa kondisi lainnya, termasuk kanker.

Dexamethasone telah masuk dalam daftar WHO Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi. Obat ini bisa didapatkan hampir di semua negara.

Dexamethasone adalah obat oral yang dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Dosis dan lamanya pengobatan ini tergantung pada kondisi medis pasien masing.

Dokter mungkin akan mengurangi dosisnya secara perlahan untuk meminimalisir risiko efek samping. Beberapa efek samping dari konsumsi dexamethasone antara lain:

  • Perubahan siklus menstruasi
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Nafsu makan meningkat
  • Gangguan tidur
  • Demam
  • Gangguan penglihatan jika efek samping menjadi lebih serius.

Baca juga: Mau nikah di tengah pandemi corona, simak panduan berikut ini

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi dexamethasone, Anda harus berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter untuk dosis yang tepat. Anda juga perlu berhati-hati jika memiliki riwayat TBC, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, dan gangguan pembekuan darah.

Terkait penggunaan dexamethasone untuk pasien Covid-19, WHO tengah menunggu analisis penuh di kemudian hari. “WHO akan mengkoordinasi meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap penemuan ini. Panduan klinis WHO juga akan diperbarui sebagai informasi kapan obat ini harus digunakan pada pasien Covid-19,” sebut situs WHO.

(Sri Anindiati Nursastri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Dexamethasone, Obat Pasar yang Sembuhkan Pasien Covid-19?",

Editor: Adi Wikanto


Terbaru