kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Muncul Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak, Ini Dugaan Kemenkes


Kamis, 13 Oktober 2022 / 04:40 WIB
Muncul Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak, Ini Dugaan Kemenkes


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, muncul kasus gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menelitinya. 

Melansir Kompas.com, dugaan awal, kasus ini dipicu oleh konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Adapun etilen glikol merupakan senyawa organik tak berwarna maupun berbau dan berkonsistensi kental seperti sirup pada suhu kamar. 

Senyawa ini memiliki rasa yang manis dan kerap digunakan untuk tambahan serat pada polyester, minyak rem, kosmetik, dan pelumas. 

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, dugaan ini merupakan hasil diskusi dengan tim dari Gambia yang mempunyai kasus serupa. 

Di Gambia, 69 anak meninggal karena kasus gagal ginjal akibat mengonsumsi obat batuk produksi India yang mengandung senyawa kimia tersebut. 

"Dugaan ke arah konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Tapi hal ini perlu penelitian lebih lanjut karena tidak terdeteksi dalam darah. Dugaan mengarah ke intoksikasi (keracunan)," kata Syahril kepada Kompas.com, Rabu (12/10/2022). 

Baca Juga: ​Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Syahril mengungkapkan, Kemenkes tengah berkoordinasi dengan ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang mengadakan investigasi kasus di Gambia. 

Saat ini, pihaknya juga sudah membentuk tim yang terdiri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

"Kementerian Kesehatan telah membentuk tim terdiri dari IDAI dan RSCM untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal," tutur Syahril. 

Selain itu, Dirjen Yankes telah menerbitkan Keputusan Dirjen Yankes nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal. 

Lebih lanjut, Syahril mengungkapkan, hingga kini belum ditemukan bakteri atau virus spesifik yang menyebabkan terjadinya gangguan ginjal akut. 

"Hasil pemeriksaan laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik. Tambahan kasus bulan Oktober 3 anak, sehingga total 40 anak," kata dia. 

Baca Juga: WHO Temukan Hubungan antara Obat Batuk India dengan Kematian Puluhan Anak di Gambia

IDAI menemukan kasus gangguan ginjal akut misterius pada 131 anak di Indonesia. Terdapat beberapa gejala yang muncul dari gangguan ginjal akut misterius ini, mulai dari batuk pilek hingga muntah. 

Setelah penderita beberapa hari mengalami batuk, pilek, diare, muntah, dan demam, gejala selanjutnya adalah tidak bisa buang air kecil (BAK). 

Sebab, tidak ada air seni/urine yang muncul seperti penderita dehidrasi berat pada umumnya. 

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati mengatakan, hingga kini belum diketahui penyebab pasti penyakit tersebut. 

Mulanya, IDAI menduga kasus ini berkaitan dengan Covid-19 dan MIS-C (multisystem inflammatory syndrome in children). 

Namun, berdasarkan analisis kasus, beberapa penderita penyakit ini dinyatakan negatif Covid-19. IDAI sudah mencari berbagai panel infeksi virus di dalam tubuh anak-anak dengan beragam metode pemeriksaan. 

Baca Juga: Bisa Mengancam Nyawa, Kenali Penyebab dan Gejala Gagal Ginjal Akut

Salah satu metode yang dilakukan adalah swab tenggorokan untuk memeriksa infeksi virus pada saluran pernapasan. Selain itu, melakukan swab rektal dari anus untuk mencari infeksi-infeksi yang oriental penyebab diare atau infeksi pencernaan. 

Sayangnya, pihaknya tidak menemukan jenis virus yang seragam yang menyebabkan infeksi. 

"Kami masih mencari. Tapi yang jelas anak-anak ini tidak hanya mengalami gangguan pada ginjal. Saat kami melakukan pemeriksaan laboratorium dan mengamati gejala klinisnya, mereka mengalami apa yang kami sebut dengan peradangan di banyak organ," kata Eka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Muncul Gangguan Ginjal Akut Misterius, Kemenkes: Diduga Keracunan Obat Mengandung Etilen Glikol"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Icha Rastika

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×