kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Meski Bergejala Ringan, Ini Bahayanya Jika Sampai Terjangkit Omicron


Jumat, 14 Januari 2022 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Varian Omicron yang menyebar cepat menyebabkan gejala penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan versi sebelumnya. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut Akiko Iwasaki, yang mempelajari imunologi virus di Universitas Yale, Anda mungkin hanya sakit dengan gejala ringan. Tetapi Anda dapat menularkan virus ke orang lain yang berisiko terkena penyakit kritis, bahkan jika Anda memiliki antibodi dari infeksi sebelumnya atau dari vaksinasi.

3. Belum diketahui efek jangka panjang varian Omicron

Infeksi dengan varian virus corona sebelumnya, termasuk infeksi ringan dan kasus setelah vaksinasi, terkadang menyebabkan sindrom long COVID yang melemahkan. 

"Kami belum memiliki data tentang berapa proporsi infeksi dengan Omicron ... berakhir dengan Long COVID," kata Iwasaki. "Orang yang meremehkan Omicron sebagai gejala 'ringan' menempatkan diri mereka pada risiko penyakit yang melemahkan yang dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun."

Hingga saat ini, juga tidak jelas apakah Omicron akan memiliki efek "diam" yang terlihat pada varian sebelumnya, seperti antibodi yang menyerang diri sendiri, gangguan sperma, dan perubahan sel penghasil insulin.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Ini Panduan Lengkap Memilih Vaksin Booster

4. Persediaan obat-obatan masih terbatas

Perawatan Omicron sangat terbatas sehingga dokter harus menjatahnya. Dua dari tiga obat antibodi yang digunakan selama gelombang COVID-19 sebelumnya tidak efektif melawan varian ini. 

Obat yang ketiga, sotrovimab, dari GlaxoSmithKline, tidak banyak tersedia. Jika Anda sakit, Anda mungkin tidak memiliki akses ke sistem kesehatan.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×