Penyakit Menular

Mengenal West Nile, virus mematikan yang baru-baru ini terdeteksi di Belanda

Kamis, 15 Oktober 2020 | 23:45 WIB Sumber: Reuters
Mengenal West Nile, virus mematikan yang baru-baru ini terdeteksi di Belanda


Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi mengalami demam dan gejala lainnya, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, nyeri sendi, muntah, diare, atau ruam. 

Kebanyakan orang dengan yang terjangkit virus West Nile sembuh total, tetapi kelelahan dan kelemahan bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Hanya, menurut CDC, sekitar 1 dari 150 orang yang terinfeksi mengembangkan penyakit parah yang memengaruhi sistem saraf pusat, seperti ensefalitis (radang otak) atau meningitis (radang selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang).

Gejala penyakit parah termasuk demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, pingsan, disorientasi, koma, tremor, kejang, otot lemas, kehilangan penglihatan, mati rasa, dan kelumpuhan.

Baca Juga: Wabah norovirus menyerang China, gejalanya muntah, diare dan demam

Bisa menyebabkan kematian

Penyakit parah dapat terjadi pada orang dari segala usia. Namun, orang yang berusia di atas 60 tahun berisiko lebih besar.

Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti kanker, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, dan orang yang telah menjalani transplantasi organ, juga berisiko lebih besar.

Pemulihan dari penyakit parah akibat virus West Nile mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan. Beberapa efek pada sistem saraf pusat mungkin permanen.

Tapi, CDC mengungkapkan, sekitar 1 dari 10 orang yang mengembangkan penyakit parah, yang memengaruhi sistem saraf pusat, meninggal.

Selanjutnya: Salip Filipina, Indonesia jadi negara dengan kasus corona tertinggi di Asia Tenggara

 

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru