kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

​Mengenal thalasemia pada anak, gejala dan pengobatannya


Jumat, 18 Desember 2020 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Siolam Keumala Pringgardini (kanan) memberikan puzzle gratis kepada pasien anak di Rumah Sakit Siloam ASRI, Jakarta, Sabtu (22/7). KONTAN/Muradi/2017/07/22


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Thalasemia adalah salah satu penyakit genetik terbanyak di dunia. Penyakit ini ditandai dengan tidak terbentuk atau berkurangnya salah satu rantai globin baik itu -α ataupun -β yang merupakan komponen penyusun utama molekul hemoglobin normal.

Berdasarkan hal tersebut thalasemia dibedakan menjadi thalassemia -α dan thalasemia -β. 

Secara klinis thalassemia dibagi menjadi dua yakni thalasemia mayor dan thalasemia minor. Thalasemia mayor adalah pasien memerlukan transfusi darah yang rutin dan adekuat seumur hidupnya.

Sementara thalasemia minor adalah salah satu jenis thalasemia yang tergolong ringan. Kondisi ini disebut juga thalasemia trait atau sifat thalasemia karena hanya pembawa sifat.  

Baca Juga: BPJS Kesehatan, melayani dan menanggung penyakit apa saja?

Gejala thalasemia pada anak

Dirangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), semakin dini diagnosis thalassemia ditegakkan dan semakin cepat anak mendapatkan transfusi darah, maka harapan dan kualitas hidup anak tersebut akan semakin baik.

Oleh karena itu orangtua harus mewaspadai tanda atau gejala klinis yang timbul walaupun hanya ringan dan jangan mengabaikannya. 

Gejala tersebut antara lain anak akan tampak pucat akibat turunnya kadar hemoglobin (Hb), kadang anak terlihat kuning, ikterus (bayi kuning) akibat hemolisis yang berat dan dapat disertai tanda gangguan fungsi jantung. 

Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah  terabanya benjolan pada perut anak saat orangtua memandikan anaknya. 

Pembesaran ini biasanya adalah organ limpa  yang membesar akibat kompensasi dari anemia kronis. Sebab limpa bekerja keras membantu kerja tulang untuk membentuk sel darah merah.

Baca Juga: Daftar layanan dan penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×