​Mengenal long hauler covid: gejala, dampaknya, dan bisakah divaksin?

Selasa, 02 Februari 2021 | 10:00 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Mengenal long hauler covid: gejala, dampaknya, dan bisakah divaksin?

ILUSTRASI. Ilustrasi pasien Covid-19, January 8, 2021. REUTERS/Lucy Nicholson

KONTAN.CO.ID - Penelitian terbaru menemukan bahwa 10% pasien positif Covid-19 mengalami long hauler covid

Long hauler covid adalah gejala berkepanjangan yakni selama berbulan-bulan yang dialami oleh pasien Covid-19.  

Seseorang dikatakan mengalami long hauler covid apabila terinfeksi virus corona dan mengalami gejala selama 28 hari atau lebih setelah terinfeksi. 

Long hauler covid bisa dialami siapa saja bisa menyerang orang di berbagai usia dan kondisi. 

Lantas, seperti apa gejala long hauler covid?

Baca Juga: Kapan antibodi bekerja setelah divaksin Covid-19? Ini penjelasan WHO

Gejala long hauler Covid-19

Dirangkum dari Health.ucdavis.edu, gejala long hauler covid tidak konsisten. Namun, gejala long hauler covid yang paling umum meliputi:

  • Batuk
  • Kelelahan yang berkelanjutan, terkadang membuat tubuh terasa lemas, lesu, dan lemah. 
  • Pegal-pegal
  • Nyeri sendi
  • Sesak napas
  • Kehilangan rasa dan penciuman
  • Kesulitan tidur
  • Sakit kepala
  • Kabut otak

Kabut otak menyebabkan seseorang menjadi pelupa, bingung atau tidak dapat berkonsentrasi cukup bahkan hanya untuk menonton TV.  Kabut otak dapat terjadi pada orang-orang yang berada di unit perawatan intensif untuk sementara waktu, tetapi kasus ini relatif jarang. 

Baca Juga: Hadiri resepsi pernikahan di saat pandemi, pahami risiko penularan Covid-19

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru