Mengenal Fruktosa, Manfaat, dan Sumber Makanannya

Senin, 23 Januari 2023 | 09:25 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Mengenal Fruktosa, Manfaat, dan Sumber Makanannya

ILUSTRASI. Fruktosa adalah gula sederhana dalam kelompok monosakarida.


KONTAN.CO.ID - Fruktosa adalah salah satu jenis gula yang banyak ditemukan pada makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari, termasuk minuman makanan kemasan, kue, hingga roti. 

Fruktosa alami dapat ditemukan dari beberapa jenis buah, sayur, hingga juga madu. Sementara untuk produk olahan, fruktosa biasanya berasal dari pemanis buatan yang dibuat dari tebu dan jagung.

Fruktosa yang sudah melalui proses kimia, memiliki tekstur seperti kristal padat, berwarna putih, tidak berbau, sangat manis, dan larut air.

Meskipun memiliki banyak manfaat dan fungsi fruktosa, senyawa ini juga bisa merugikan alias jadi sumber penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. 

Baca Juga: Apa Itu Glukosa yang Bisa Sebabkan Diabetes?

Apa itu fruktosa?

Fruktosa

Dikutip dari Healthline, fruktosa adalah sejenis gula sederhana dalam kelompok monosakarida dan terdapat di dalam gula dapur yang dikonsumsi sehari-hari. Bersama dengan glukosa, fruktosa akan dicerna sebagai sumber energi utama sel-sel dalam tubuh.

Namun, fruktosa perlu diubah menjadi glukosa sebelum dapat digunakan oleh tubuh.

Fruktosa juga mudah ditemukan di berbagai pemanis tambahan seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan sirup agave. Jika suatu produk mencantumkan tambahan gula sebagai salah satu bahan utamanya, maka produk itu mengandung fruktosa tinggi. 

Baca Juga: 5 Makanan Ini Efektif Membantu Meredakan Gejala Sakit Kepala

The American Heart Association merekomendasikan tidak lebih dari 5 sendok teh (sdt) gula tambahan untuk wanita, dan 9 sdt untuk pria.

Sebelum gula rafinasi diproduksi secara massal, manusia jarang mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Sementara beberapa buah dan sayuran manis juga mengandung fruktosa dengan jumlah yang relatif rendah. 

Selain itu, beberapa orang memiliki kondisi tidak mampu menyerap semua fruktosa yang mereka konsumsi. Kondisi ini dikenal sebagai malabsorpsi fruktosa, yang ditandai dengan keluar gas berlebih dan ketidaknyamanan pencernaan.

Baca Juga: 5 Jus yang Efektif Membersihkan Usus Kotor

Pada mereka yang mengalami malabsorpsi fruktosa, fruktosa adalah berfungsi sebagai karbohidrat yang dapat difermentasi.

Tidak seperti glukosa, fruktosa menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang rendah. Oleh karena itu, beberapa ahli kesehatan merekomendasikan fruktosa sebagai pemanis yang aman bagi penderita diabetes tipe 2.

Namun, yang lain khawatir asupan fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa gangguan metabolisme. 

Baca Juga: Tidak Diragukan Lagi, Ini Manfaat Kedelai untuk Kesehatan Tubuh

Fruktosa adalah sumber penyakit?

Fruktosa

Glukosa dan fruktosa dimetabolisme dengan sangat berbeda oleh tubuh. Meski setiap sel dalam tubuh dapat menggunakan glukosa, hati adalah satu-satunya organ yang dapat memetabolisme fruktosa dalam jumlah yang signifikan.

Ketika orang mengonsumsi makanan yang memiliki kalori dan fruktosa tinggi, hati menjadi kelebihan beban dan mulai mengubah fruktosa menjadi lemak.

Banyak ilmuwan percaya bahwa konsumsi fruktosa berlebih mungkin menjadi pendorong utama banyak penyakit paling serius saat ini. Termasuk obesitas, diabetes tipe II, penyakit jantung, dan bahkan kanker.

Namun, para peneliti masih memperdebatkan sejauh mana fruktosa berkontribusi terhadap gangguan kesehatan. 

Baca Juga: Jenis-Jenis Karbohidrat yang Dibutuhkan Tubuh, Manfaat, dan Sumber Makanan

Bahaya kelebihan fruktosa

Fruktosa adalah gula. Meskipun konsumsi fruktosa berlebihan tidak sehat, namun, dampaknya bagi kesehatan masih kontroversial.

Meski demikian, ada banyak bukti yang membenarkan kekhawatiran tersebut. Makan banyak fruktosa dalam bentuk gula tambahan dapat menyebabkan:

  • Merusak komposisi lipid darah Anda. Fruktosa dapat meningkatkan kadar kolesterol, menyebabkan penumpukan lemak di sekitar organ dan berpotensi menimbulkan penyakit jantung. 
  • Meningkatkan kadar asam urat dalam darah, menyebabkan asam urat, dan tekanan darah tinggi. 
  • Menyebabkan pengendapan lemak di hati, berpotensi menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol. 
  • Menyebabkan resistensi insulin, yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe II. 
  • Fruktosa tidak menekan nafsu makan sebanyak glukosa. Sehingga, kemungkinan mendorong makan berlebihan. 
  • Konsumsi fruktosa berlebih dapat menyebabkan resistensi leptin, mengganggu pengaturan lemak tubuh, dan berkontribusi terhadap obesitas.

Baca Juga: Dapat Awetkan Makanan, Kenali Perbedaan Fermentasi dan Pengasaman dalam Makanan

Fruktosa alami dari buah-buahan tidak memiliki efek samping selama dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, hati-hatilah menambahkan gula fruktosa dari pemanis buatan.

Buah-buahan bukan hanya sumber fruktosa yang bersifat encer, fruktosa dari buah adalah makanan dengan kepadatan kalori rendah dan banyak serat.

Anda harus makan buah-buahan dalam jumlah yang sangat besar untuk mencapai tingkat fruktosa yang berbahaya. Secara umum, buah merupakan sumber kecil fruktosa dalam makanan dibandingkan dengan gula tambahan.

Sebaliknya, ini tidak berlaku untuk fruktosa dari pemanis buatan. Efek berbahaya dari fruktosa adalah diabetes. 

Baca Juga: Konsumsi Secara Rutin, Ini 5 Makanan yang Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah

Fungsi fruktosa

Fruktosa

Dilansir dari Live Strong, fungsi fruktosa sangatlah penting tubuh.

1. Produksi energi tubuh

Fungsi fruktosa adalah sebagai sumber energi. Seperti glukosa, fruktosa merupakan sumber energi bagi sel. Sel memproses fruktosa untuk mengekstrak energi melalui proses yang disebut respirasi aerobik, yang pada dasarnya berarti pembakaran fruktosa dengan adanya oksigen untuk menghasilkan ATP, molekul energi seluler.

Baca Juga: Dapat Awetkan Makanan, Kenali Perbedaan Fermentasi dan Pengasaman dalam Makanan

2. Produksi glikolen

Fungsi fruktosa kedua adalah sebagai sumber glikolen. Sel juga dapat menggunakan fruktosa untuk membuat bentuk penting dari penyimpanan karbohidrat, yang disebut glikogen. 

Hati dan otot menyimpan glikogen, yang terdiri dari rantai panjang glukosa, untuk memenuhi kebutuhan glukosa seluler selama keadaan darurat atau periode puasa. 

Otot mempertahankan glikogen untuk digunakan sendiri, sedangkan hati memecah glikogen untuk melepaskan glukosa ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh semua sel tubuh. 

Baca Juga: 11 Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya yang Perlu Diwaspadai

3. Cadangan lemak

Fungsi ketiga fruktosa adalah sebagai cadangan lemak. Selain menyimpan energi dalam bentuk glikogen, tubuh juga menyimpan energi dalam bentuk trigliserida atau lemak. Lemak adalah bentuk penyimpanan energi yang penting karena ringan dan padat energi. 

Dengan demikian, tubuh dapat menyimpan energi dalam jumlah yang signifikan tanpa menyimpan berat dalam jumlah yang signifikan. 

Itulah sederet manfaat dari fruktosa. Fruktosa adalah sumber nutrisi yang baik bagi tubuh, namun bisa jadi sumber penyakit apabila dikonsumsi berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru