kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mengenal disentri pada anak, gejala, pencegahan, dan pengobatannya


Senin, 14 Desember 2020 / 16:19 WIB
Mengenal disentri pada anak, gejala, pencegahan, dan pengobatannya
ILUSTRASI. Boneka karakter Barney berinteraksi dengan pasien anak-anak di Rumah Sakit Siloam Asri dalam rangka Hari Anak Nasional di Jakarta, Senin (23/7). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Penulis: Virdita Ratriani

Anak dengan disentri bisa mengalami dehidrasi, terlebih bila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Dehidrasi terjadi karena banyaknya cairan yang keluar melalui diare. 

Anak dengan disentri sebaiknya diberi minum yang cukup, terutama bila mereka mengalami demam. Infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat atau sulit mendapat asupan makan karena hilang nafsu makan. 

Selama anak masih mau minum dan makan dalam jumlah cukup, infus tidak perlu diberikan. Makanan yang diberikan hendaknya dalam porsi sedikit namun sering. 

Pilih makanan kaya energi dan zat gizi yang disukai anak. Berikan pula satu kali makanan tambahan setiap hari dengan menu yang sama setidaknya selama 1 minggu setelah diare berhenti. 

Baca Juga: Banyak membawa bakteri, ini 5 cara ampuh mengusir kecoa di dalam rumah

Pemberian ASI sangat dianjurkan pada bayi yang mengalami disentri. Disentri biasanya juga diobati dengan pemberian antibiotik. 

Selain itu, anak harus dipantau setelah 2 hari, untuk melihat tanda penyembuhan, antara lain tidak ada demam, frekuensi buang air besar dan volume tinja berkurang dengan jumlah darah minimal atau menghilang, dan meningkatnya selera makan. 

Apabila tidak ada perbaikan dalam 3 hari, harus dipikirkan keadaan lain, pertimbangan penggantian antibiotik. 

Bila kondisi mengkhawatirkan anak harus dirawat dan jika memungkinkan dilakukan pemeriksaan terhadap amuba pada tinja. Disentri yang lebih berat dilaporkan pada bayi yang tidak mendapat ASI dan pada anak dengan gizi kurang.

Selanjutnya: Bisa turunkan berat badan, inilah manfaat daun jambu biji untuk kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×