kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mencegah komplikasi akibat kehamilan berisiko tinggi


Sabtu, 21 September 2019 / 10:34 WIB
Mencegah komplikasi akibat kehamilan berisiko tinggi
ILUSTRASI. ibu hamil


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Indonesia menempati peringkat 5 di antara negara-negara dengan jumlah kelahiran prematur terbesar dengan angka 675.700 bayi di tahun 2010.

Berbagai faktor risiko kehamilan risiko tinggi masih banyak ditemui di Indonesia. Untuk itu, ibu hamil harus mengenali dan menangani kehamilan risiko tinggi.

Untuk meminimalisir risiko, ibu hamil dianjurkan memeriksakan kandungannya di fasilitas kesehatan di awal kehamilan, rutin kontrol dan mengkonsumsi nutrisi tambahan apabila diperlukan.

Baca Juga: KKP kampanyekan makan ikan di Lombok Barat agar bebas stunting 2024

Dalam paparannya, Ali menjelaskan, salah satu cara penting penanganan kehamilan risiko tinggi adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikro yang bervariasi di tiap tahapan mulai dari prakehamilan, trimester 1, 2, dan 3, serta masa menyusui.

“Ibu perlu memastikan asupan makanan mereka mengandung zat-zat gizi penting seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, asam folat, dan iodine,” katanya.

Dengan menjaga asupan nutrisi yang baik, kondisi kehamilan resiko tinggi seperti pre-eklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil) dapat dicegah.

Selain perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti buah dan sayuran, ibu hamil juga perlu mengonsumsi protein dengan cukup.

“Selain membantu mencegah resiko komplikasi persalinan, asupan nutrisi yang baik pada masa kehamilan bermanfaat bagi anak secara jangka panjang. Kelak dapat menurunkan resiko sejumlah penyakit kronis di masa dewasa kelak seperti hipertensi, diabetes, atau jantung,” jelas Ali.

Dukungan

Ibu dengan kehamilan risiko tinggi perlu mendapatkan dukungan mental dari orang-orang di sekitarnya. Putu Andani, psikolog dari Tiga Generasi memaparkan, dalam kondisi hamil normal saja, ibu sudah dihadapkan dengan berbagai tantangan dan perubahan psikologis seperti tingkat stress yang lebih tinggi.


Survei KG Media

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×