kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Masker kain hanya tangkal virus hingga 70%, masyarakat diminta tetap jaga jarak


Minggu, 05 April 2020 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Penjahit memproduksi masker batik di Pakistaji, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020). Masker kain hanya tangkal virus 70%, masyarakat diminta tetap jaga jarak. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Selain masker kain, terdapat jenis masker lainnya yaitu masker bedah dan masker N95. Masker bedah digunakan untuk tenaga medis atau masyarakat yang sedang sakit, sedangkan masker N95 diperuntukkan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 dengan tingkat infeksi tinggi. 

Wiku mengatakan, di samping masker, yang juga dapat menjadi pelindung utama penularan Covid-19 adalah rutin mencuci tangan. 

Baca Juga: Moody’s proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia capai level terendah sejak 1999

Droplet orang yang terinfeksi virus bukan tidak mungkin tertinggal pada benda mati, dan secara tidak sengaja tersentuh oleh orang sehat. 

Jika tak mencuci tangan, droplet tersebut sangat mudah berpindah ke tangan, mulut, atau mata. "Kita harus memiliki solidaritas untuk saling mengingatkan, pakai masker dan cuci tangan," kata Wiku. (Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masker Kain Hanya Tangkal Virus 70 Persen, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Jarak"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×