kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45915,11   -8,38   -0.91%
  • EMAS1.319.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Langkah Resto Cepat Saji dalam Mencegah Penyebaran Virus Corona


Minggu, 25 Oktober 2020 / 09:10 WIB
Langkah Resto Cepat Saji dalam Mencegah Penyebaran Virus Corona


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Havid Vebri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meruyaknya pandemi korona (Covid-19) telah mengubah aktivitas kehidupan manusia. Di tengah masa pandemi, kini masyarakat dituntut untuk menerapkan protokol kesehatan agar terhindari dari penularan virus.

Kondisi ini sempat dikenal dengan istilah kenormalan baru atau new normal. Bukan hanya untuk masyarakat kebanyakan, kondisi new normal ini juga mewajibkan pelaku bisnis untuk menerapkan protokol kesehatan.

Tak terkecuali mereka yang bergerak di bisnis kuliner, seperti restoran cepat saji. Salah satu kewajiban umum bagi restoran cepat saji di era kebiasaan baru ini adalah membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas yang tersedia.

Tentu saja dari sisi bisnis batasan ini membuat pemasukan mereka terdampak. Pada praktiknya, membatasi jumlah pengunjung juga bukan perkara mudah.

Seperti dialami sebuah restoran KFC di daerah Senopati, Jakarta Selatan, pada 16 Oktober silam. Restoran tersebut disegel oleh satuan polisi pamong praja (satpol PP) akibat melanggar protokoler kesehatan; lantaran ketika itu jumlah pengunjungnya melebihi kapasitas 50%.

Gerai KFC tersebut kini sudah buka dengan menerapkan protokol ketat. Antara lain, sudah ada titik pengecekan suhu berikut buku tamu.

Protokol new normal

Lalu, bagaimana sebenarnya protokol kesehatan bagi restoran cepat saji selama pandemi korona?

Menurut Jeo Susanto, Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemilik restoran Pizza Hut, pihaknya menyambut new normal dengan tagline "Kepercayaan Dalam Setiap Kegiatan".

Poinnya adalah, pertama, keamanan makanan yang mencakup persiapan makanan mengikuti standar ketat. Ini mencakup aman dan dapat ditelusuri bahan bakunya. Lalu, audit keamanan makanan dari seluruh rantai suplai.

Kedua, keamanan pegawai. Poin ini mencakup pemeriksaan suhu badan, prosedur pencucian tangan, serta perlengkapan perlindungan diri, seperti masker, sarung tangan, dan penutup rambut.

Ketiga, pembersihan menyeluruh. Setiap area permukaan yang rentan dihinggapi virus selalu dibersihkan dan disanitasi. Termasuk kantong didisinfektasi setelah pengantaran dan kotak pengantaran dibersihkan 2 kali sehari.

Keempat, tanpa kontak. Poin ini mengatur pengantaran tanpa kontak dan makanan dibawa pulang.

Kelima, keamanan pengunjung. Setiap pelanggan diukur suhunya sebelum masuk area resto. Pizza Hut juga berusaha menjalankan protokol kesehatan tersebut, dengan memberikan pengertian kepada setiap pelanggan yang datang.

Khusus untuk DKI Jakarta, sesuai Pergub Nomor 101 yang rilis tanggal 9 Oktober 2020, ada tambahan untuk mencatat data pelanggan dan menjaga jarak 1 meter.

Bila melanggar aturan itu bisa dijatuhi sanksi denda administratif sebesar Rp 50 juta hingga Rp 150 juta.

#satgascovid19 #ingatpesanibu# pakaimasker # jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×