kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kopi bisa menurunkan risiko terkena diabetes, tapi punya efek buruk buat penderita


Kamis, 28 Oktober 2021 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Kopi bisa menurunkan risiko terkena diabetes, tapi tidak untuk penderita. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.


Sumber: Healthline | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut sebuah studi 2018, mungkin ada pendukung genetik yang terlibat. Gen mungkin berperan dalam metabolisme kafein dan bagaimana pengaruhnya terhadap gula darah. 

Dalam studi ini, orang yang memetabolisme kafein lebih lambat menunjukkan kadar gula darah yang lebih tinggi dibanding mereka yang memetabolisme kafein lebih cepat.

Tentu saja, ada lebih banyak kopi selain kafein. Hal-hal lain ini mungkin yang bertanggungjawab atas efek perlindungan yang terlihat dalam studi tahun 2014.

Minum kopi berkafein dalam jangka waktu yang lama juga bisa mengubah efeknya pada glukosa dan sensitivitas insulin. Toleransi dari konsumsi jangka panjang mungkin yang menyebabkan efek perlindungan.

Sebuah studi yang lebih baru dari 2018 menunjukkan, efek jangka panjang dari kopi dan kafein dapat dikaitkan dengan penurunan risiko pradiabetes dan diabetes.

Selanjutnya: Mengacu penelitian, 4 sayur ini terbukti bisa menurunkan gula darah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×