kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konsumsi Makanan Tinggi Kalori Terbukti Tidak Menaikkan Berat Badan Secara Langsung


Rabu, 25 Oktober 2023 / 12:03 WIB
Konsumsi Makanan Tinggi Kalori Terbukti Tidak Menaikkan Berat Badan Secara Langsung
ILUSTRASI. Makanan tinggi kalori


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama ini kita acapkali diberitahu bahwa makanan tinggi kalori bisa membuat berat badan naik. 

Namun, apakah berat badan kita akan naik seketika setelah makan? Artikel ini akan mengulas secara ringkas faktanya. 

Baca Juga: Bisa Memperburuk Asam Urat! Berikut Efek Samping Mayones

Apakah berat badan naik seketika setelah makan banyak kalori? 

Angka ditimbangan tidak akan langsung naik saat kamu baru saja selesai makan makanan tinggi kalori, seperti junk food. 

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology—Endocrinology and Metabolism menunjukkan, asupan berkalori tinggi yang sesekali atau dalam jangka pendek tidak memengaruhi berat badan atau penanda kesehatan lainnya. 

Riset pada 2019 ini menemukan, mengonsumsi 1.000 kalori ekstra sehari selama 5 hari tidak menyebabkan perubahan signifikan pada berat badan, massa lemak, atau kadar gula darah puasa. 

Jadi bagi kamu yang sedang diet dan biasa menghitung jumlah kalori dalam makanan, jangan khawatir, jika kamu hanya sesekali menikmati makanan yang tinggi kalori. 

Mengutip Medicine Net, makanan tinggi kalori meliputi berikut: 

  • Makanan olahan, seperti bacon, salami, dan daging olahan lainnya Makanan cepat saji, seperti ayam goreng, burger, kentang goreng, dan pizza 
  • Makanan yang digoreng, seperti nasi goreng, mie goreng, krupuk, dan aneka gorengan 
  • Makanan kemasan, seperti keripik, biskuit, kue, minuman ringan, atau es krim 

Berapa lama waktu yang diperlukan makanan tinggi kalori menaikkan berat badan? 

Kebiasaan makan makanan kalori tinggi dalam jangka panjanglah yang bisa membuat berat badan kamu naik secara signifikan.  

Makanan berlebihan jangka panjang bisa memicu massa lemak sekitar 1,4 kilogram serta peningkatan gula darah. 

Makan berlebihan jangka panjang itu seperti makan 1.000 kalori ekstra sehari selama sebulan. 

Untuk jangka pendek, tubuh masih bisa mengatasi peningkatan konsumsi kalori dengan mengubah metabolisme ke arah yang mendukung penggunaan karbohidrat. 

Artinya, metabolisme tubuh akan meningkat sementara waktu untuk mencerna makanan tinggi kalori yang kamu makan. 

Hal ini akan membuat tubuh masih mampu menangani kadar gula yang naik. 

Itulah mengapa berat badan tidak akan bertambah, jika kamu makan kalori tinggi untuk sesekali waktu. 

Namun menurut informasi dari Web MD, mekanisme tersebut tidak akan berlangsung untuk jangka panjang. 

Gula darah puasa akan sedikit lebih tinggi setelah periode makan berlebihan selama 28 hari. 

Mekanisme tersebut sebenarnya adalah bagian dari respon tubuh untuk menghadapi kemungkinan rasa lapar di kemudian hari. 

Sayangnya, jika asupan kalori terus meningkat hingga hitungan minggu atau bulan, hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti peningkatan risiko resistensi insulin. 

Resistensi insulin terjadi ketika tubuhmu tidak dapat dengan mudah menyerap gula darah.  

Alhasil, kadar gula darah naik dan meningkatkan peluang Anda terkena prediabetes atau diabetes. Pada titik ini, berat badan Anda juga akan ikut naik. 

Bagaimana cara mencegah konsumsi makanan tinggi kalori berlebihan? 

Saat tubuhmu terbiasa makan makanan kalori tinggi atau makan dalam jumlah banyak, kamu akan sulit untuk merasa kenyang, meski perut sudah penuh. 

Untuk menghindari hal ini, berikut tips untuk mencegah makan berlebihan yang dilansir dari laman MD Anderson: 

  • Makanlah dengan bijaksana sepanjang hari. Perhatikan ukuran porsi Anda. 
  • Hindari makanan olahan yang mudah dimakan berlebihan. 
  • Penuhi buah-buahan dan sayuran segar. Mereka menyediakan banyak serat dan akan membuat Anda kenyang di antara waktu makan dan mengurangi kebutuhan untuk ngemil. 
  • Makanlah dari piring salad, bukan dari piring makan. Ini akan membantu Anda mengontrol ukuran porsi Anda. 
  • Hindari gangguan saat makan, seperti menonton TV, menggunakan komputer, atau perangkat elektronik lainnya. 
  • Berfokus pada makanan itu sendiri akan membuat Anda lebih sadar kapan Anda kenyang. 
  • Makan perlahan dan letakkan garpu di antara suapan. Kebiasaan makan yang mindful ini akan memperlambat Anda dan memudahkan Anda menyadari kapan Anda sudah kenyang. 
  • Minumlah air sebelum, selama dan sesudah makan. 
  • Rencanakan makanan Anda sebelumnya. 
  • Buatlah jurnal makanan untuk membantu Anda memperhatikan kebiasaan positif atau negatif.

Baca Juga: Bumbu Dapur Ini Melumpuhkan Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Riset: Makanan Tinggi Kalori Tidak Bikin Berat Badan Naik Seketika", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×