kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kolesterol Capai Angka 260 Apakah Tinggi? Ini Gejala Kolesterol yang Harus Diwaspadai


Jumat, 14 Juni 2024 / 02:35 WIB
Kolesterol Capai Angka 260 Apakah Tinggi? Ini Gejala Kolesterol yang Harus Diwaspadai
ILUSTRASI. Dalam tubuh kita, kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yakni kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip Kemkes.go.id, penderita kolesterol tinggi dianjurkan untuk mengubah gaya hidup demi menurunkan kolesterol. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti:

1. Mengurangi makanan yang mengandung lemak

Hindari makanan dan minuman yang mengandung lemak jenuh maupun lemak trans, seperti daging merah dan susu tinggi lemak. 

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh.

2. Berhenti merokok

Merokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah, selain juga merusak dinding pembuluh darah. 

3. Membatasi konsumsi minuman beralkohol

Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah. 

Baca Juga: 7 Manfaat Jus Mangga Jika Rutin Dikonsumsi, Sudah Tahu?

4. Berolahraga secara rutin

Selain bermanfaat untuk menurunkan berat badan, olahraga secara rutin juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. 

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit per hari, minimal 3 kali seminggu, agar manfaat ini bisa Anda rasakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×