Reproduksi dan Seks

​Kista ovarium: gejala, penyebab, dan pencegahannya

Selasa, 22 Desember 2020 | 11:56 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Kista ovarium: gejala, penyebab, dan pencegahannya

ILUSTRASI. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan di ovarium atau di permukaannya. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


KONTAN.CO.ID - Kista ovarium adalah kantung berisi cairan di ovarium atau di permukaannya. 

Dirangkum dari Mayo Clinics, pada dasarnya perempyan memiliki dua ovarium atau indung telur, masing-masing seukuran dan berbentuk seperti kacang almond di setiap sisi rahim.

Indung telur ini menghasilkan sel-sel telur yang setiap bulan akan dilepaskan ke dalam rahim dan luruh menjadi darah menstruasi jika tidak dibuahi.  Sebenarnya, hampir setiap perempuan memiliki kista ovarium dalam hidupnya. Kebanyakan kista ovarium tidak menunjukkan gejala dan tidak berbahaya. 

Mayoritas kista jenis ini akan menghilang tanpa harus diobati dalam beberapa kali siklus menstruasi. 

Namun, kista ovarium terutama yang telah pecah dapat menyebabkan gejala yang serius. Untuk itu, lakukan pemeriksaan panggul secara teratur dan ketahui gejala yang dapat menandakan masalah yang berpotensi serius.

Baca Juga: Tak hanya infeksi saluran kemih, ini 5 penyebab nyeri saat buang air kecil

Gejala kista ovarium 

Kebanyakan kista tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang besar dapat menyebabkan:

  • Nyeri panggul
  • Rasa penuh atau berat di perut 
  • Kembung
  • Perut bengkak 

Dalam kondisi tertentu, terdapat gejala yang menyebabkan penderita kista ovarium harus segera ke dokter. Berikut di antaranya: 

  • Nyeri perut atau panggul yang tiba-tiba dan parah
  • Nyeri disertai demam atau muntah
  • Kulit dingin dan lembap
  • Pernapasan cepat
  • Pusing atau lemah 

Baca Juga: Jangan terlambat, kenali gejala dan ciri-ciri kanker ginjal sejak dini

Penyebab kista ovarium 

Kebanyakan kista ovarium berkembang sebagai akibat dari pengaruh hormon saat siklus menstruasi bulanan. Ovarium biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut folikel setiap bulan. 

Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dan melepaskan sel telur saat Anda berovulasi. Jika folikel bulanan normal terus tumbuh, itu dikenal sebagai kista fungsional. Ada dua jenis kista fungsional:

  • Kista folikel.  Di tengah siklus menstruasi, sel telur keluar dari folikelnya dan mengalir ke tuba falopi. Kista folikel dimulai ketika folikel tidak pecah atau melepaskan sel telurnya, tetapi terus tumbuh.
  • Kista korpus luteum. Ketika folikel melepaskan sel telurnya, ia mulai memproduksi estrogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel yang sudah pecah inilah disebut korpus luteum. Terkadang, cairan menumpuk di dalam folikel, menyebabkan korpus luteum tumbuh menjadi kista.

Baca Juga: Waspada, inilah 4 penyebab darah haid hitam

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru