kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kehujanan membuat kita masuk angin, mitos atau fakta?


Rabu, 18 Desember 2019 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi hujan


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Kehujanan atau berada di bawah guyuran air hujan kerap dianggap mengundang berbagai penyakit. Salah satu yang dipercaya banyak orang Indonesia adalah kehujanan bisa bikin masuk angin.

Padahal, tak selamanya air hujan bisa menyebabkan kita jatuh sakit. Para ahli percaya air hujan bukan penyebab kita jatuh sakit. Namun, cuaca dingin yang biasa terjadi saat musim hujanlah yang membuat kita mudah sakit.

Baca Juga: Musim hujan tiba, kenali gejala DBD pada anak

Mengutip Kompas.com, menurut Dr. William Schaffner pakar penyakit menular dari Vanderbilt University, Tennessee, suhu dingin membuat kita berisiko tinggi mengalami infeksi pernapasan. Saat cuaca dingin, kata Dr Schaffner, banyak orang lebih banyak menghabiskan waktu di ruangan tertutup.

Hal ini membuat kita lebih banyak waktu untuk berdekatan atau melakukan kontak langsung dengan orang lain. "Infeksi saluran pernapasan bisa menular hanya dalam jarak satu meter," tambahnya.

Selain itu, suhu dingin membuat lingkungan lebih lembap yang memungkinkan virus lebih mudah berkembang dan menginfeksi manusia. Hal itulah yang membuat suhu dingin mengakibatkan banyak orang mudah jatuh sakit.

Baca Juga: Pemerintah baru manfaatkan 33 rekomendasi BPKN sejak tahun 2004




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

[X]
×