kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Kenali Lagi Gejala Varian Ini


Kamis, 23 Desember 2021 / 15:05 WIB
ILUSTRASI. Kasus Omicron di Indonesia terus bertambah. Kenali lagi gejala varian Omicron.


Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

Coetzee menggambarkan gejala Omicron sebagai "sangat, sangat ringan" dibandingkan dengan varian Delta. 

Dia juga mengatakan, tidak seperti varian lain, pasien tidak melaporkan kehilangan penciuman atau rasa dan tidak ada penurunan kadar oksigen yang signifikan.

Sebuah penelitian di Afrika Selatan, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, menyebutkan, ada pengurangan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi dengan varian Omicron versus Delta.

Meskipun, penelitian itu mengungkapkan, beberapa di antaranya mungkin karena tingginya kekebalan populasi.

Tetapi, para peneliti di Imperial College London (ICL) mengatakan, "Kami tidak menemukan bukti (untuk risiko rawat inap dan status gejala) Omicron memiliki tingkat keparahan yang berbeda dari Delta". 

Dan, para ahli kesehatan juga khawatir dengan kecepatan penyebaran varian Omicron akan mengimbangi pengurangan keparahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×