Penyakit Menular

Kasus di Indonesia kembali tembus angka 10.000, kenali 25 gejala corona menurut WHO

Selasa, 16 Februari 2021 | 23:50 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kasus di Indonesia kembali tembus angka 10.000, kenali 25 gejala corona menurut WHO

KONTAN.CO.ID - Kasus harian virus corona baru di Indonesia kembali menembus angka 10.000. Masyarakat tetap harus waspada, termasuk dengan mengenali gejala virus corona.

Selasa (16/1), jumlah kasus baru virus corona mencapai 10.029. Tambahan kasus baru ini mengantarkan infeksi di negara kita total menjadi 1.233.959 kasus.

Kasus baru virus corona di Indonesia kembali menembus angka 10.000, setelah delapan hari berturut infeksi harian berada di bawah 10.000. 

Penurunan kasus harian virus corona dari level tertinggi di kisaran 14.000 sempat memberi harapan, di tengah program vaksinasi mulai Januari lalu.

Jelas, masyarakat tetap harus waspada dengan peningkatan kasus tersebut, termasuk dengan mengenali gejala virus corona. Melansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala virus corona baru:

Baca Juga: Orang yang terjangkit virus corona tetap harus dapat vaksin, ini penjelasan WHO

Gejala virus corona yang paling umum:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan

Gejala virus corona yang kurang umum dan bisa memengaruhi beberapa pasien:

  • Kehilangan rasa atau bau
  • Hidung tersumbat
  • Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Berbagai jenis ruam kulit
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Menggigil atau pusing 

Baca Juga: Setelah Pfizer, WHO beri izin penggunaan darurat vaksin virus corona AstraZeneca

Gejala virus corona yang parah:

  • Sesak napas
  • Kehilangan selera makan
  • Kebingungan
  • Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada
  • Temperatur tinggi (di atas 38°C)

Gejala lain virus corona yang kurang umum dan gejala baru:

  • Sifat lekas marah
  • Kebingungan
  • Kesadaran berkurang (terkadang berhubungan dengan kejang)
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Komplikasi neurologis yang lebih parah dan jarang terjadi, seperti stroke, radang otak, delirium, dan kerusakan saraf

Baca Juga: Waspada! Varian baru virus corona kemungkinan 30%-70% lebih mematikan

"Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan," sebut WHO.

Pada umumnya, gejala mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan. "Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

WHO menekankan, orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk yang berhubungan dengan kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan dada, atau kehilangan kemampuan bicara atau bergerak, harus segera mencari perawatan medis. 

"Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan, hotline, atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke klinik yang tepat," kata WHO.

Selanjutnya: 6 Tempat berisiko tinggi penularan virus corona mengacu WHO

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru