Kesehatan Umum

Kanker tulang, penyakit langka di dunia, kenali gejala dan cara deteksinya

Sabtu, 21 November 2020 | 04:10 WIB Sumber: Kompas.com
Kanker tulang, penyakit langka di dunia, kenali gejala dan cara deteksinya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penyakit kanker beragam jenisnya. Beberapa diantaranya ada kanker yang langka. Salah satunya adalah kanker tulang primer adalah jenis kanker langka yang dimulai di tulang.

Ini adalah kasus yang berbeda dengan kanker tulang sekunder, yaitu kanker yang menyebar ke tulang setelah berkembang di bagian tubuh lain. Melansir Mayo Clinic, persentase kejadian kanker tulang kurang dari 1 persen dari semua jenis kanker.

Faktanya, tumor tulang non-kanker jauh lebih umum daripada kanker. Meski demikian, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena seperti jenis kanker lainnya, yakni bisa saja membahakan jiwa.

Gejala kanker tulang

Kanker tulang dapat dimulai di tulang mana pun di tubuh, tetapi paling kebanyakan kasus berkembang di tulang panjang kaki atau lengan atas. Melansir American Cancer Society, gejala kanker tulang yang perlu diwaspadai, di antaranya yakni:

1. Rasa sakit tidak konstan

Nyeri pada tulang yang terkena adalah tanda kanker tulang yang paling umum. Pada awalnya, rasa sakitnya tidak konstan. Mungkin lebih buruk di malam hari atau saat tulang digunakan, misalnya nyeri kaki saat berjalan. Saat kanker tumbuh, rasa sakit akan ada sepanjang waktu, dan semakin parah dengan aktivitas.

Baca juga: Murah, lelang 4 mobil sitaan pajak harga limit mulai Rp 39 juta

2. Pembengkakan

Pembengkakan di area nyeri mungkin tidak terjadi sampai berminggu-minggu kemudian. Ada kemungkinan untuk merasakan benjolan atau massa tergantung di mana tumornya berada. Kanker di tulang leher bisa menyebabkan benjolan di bagian belakang tenggorokan yang bisa menyebabkan kesulitan menelan atau membuat sulit bernapas.

3. Fraktur

Kanker tulang dapat melemahkan tulang tempatnya, tetapi sebagian besar waktu tulang tidak patah. Orang dengan patah tulang akibat tumor tulang biasanya menggambarkan rasa sakit parah yang tiba-tiba pada tulang yang telah sakit selama beberapa bulan.

4. Gejala lainnya

Kanker di tulang belakang dapat menekan saraf, menyebabkan mati rasa dan kesemutan atau bahkan kelemahan. Kanker juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kelelahan.

Jika kanker menyebar ke organ dalam dapat menyebabkan gejala lain juga. Misalnya, jika kanker menyebar ke paru-paru, dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Gejala-gejala ini lebih sering disebabkan oleh kondisi selain kanker, seperti cedera atau artritis. Namun, jika masalah ini berlangsung lama tanpa alasan yang diketahui, Anda harus menemui dokter.

Jenis kanker tulang

Melansir NHS, ada beberapa jenis kanker tulang yang dapat terjadi. Apa saja?

1. Osteosarcoma

Osteosarcoma adalah bentuk paling umum dari kanker tulang. Dalam tumor ini, sel kanker menghasilkan tulang.

Hasil Kajian Perdoski Jenis kanker tulang ini paling sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda (usia di bawah 20 tahun), pada tulang kaki atau lengan. Dalam keadaan yang jarang, osteosarkoma dapat muncul di luar tulang (osteosarkoma ekstraskeletal).

Baca juga: Jangan ketinggalan, ada tiket murah di promo Air Asia Super Sale

2. Sarkoma Ewing

Tumor sarkoma Ewing paling sering muncul di panggul, tungkai atau lengan anak-anak dan dewasa muda (usia antara 10 sampai 20 tahun).

3. Chondrosarcoma

Chondrosarcoma adalah bentuk paling umum kedua dari kanker tulang. Dalam tumor ini, sel kanker menghasilkan tulang rawan.

Chondrosarcoma biasanya terjadi di panggul, tungkai atau lengan pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua (berusia di atas 40 tahun). Jenis kanker tulang di atas memengaruhi jenis sel yang berbeda. Perawatan dan prospeknya akan tergantung pada jenis kanker tulang yang Anda miliki.

Diagnosis kanker tulang

Melansir Medical News Today, dokter dapat mendiagnosis pasien menderita kanker tulang dengan melihat sejumlah gejala yang terjadi. Namun, untuk memastikannya, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

1. Foto rontgen

Pemeriksaan foto rontgen dapat dilakukan untuk mengetahui kerusakan tulang yang mungkin terjadi akibat kanker, serta ada tidaknya pertumbuhan tulang baru. Rontgen juga dapat memperlihatkan kepada dokter apakah gejala yang dialami pasien disebabkan oleh kanker tulang atau kondisi lain, seperti patah tulang.

2. CT-scan

CT scan adalah pemeriksaan sinar X dengan bantuan komputer untuk menghasilkan gambar bagian tubuh dalam bentuk tiga dimensi. CT scan biasanya dilakukan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke organ lain.

3. MRI

Magnetic resonance imaging (MRI) bisa digunakan untuk melihat dengan lebih jelas ukuran kanker, dan tingkat penyebarannya di dalam atau di area sekitar tulang.

4. Biopsi

Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan tulang yang diduga terkena kanker untuk diperiksa dengan mikroskop. Biopsi merupakan metode paling akurat dalam mendiagnosis kanker tulang.

Selain dapat menentukan jenis kanker tulang yang diderita pasien, biopsi juga dapat mendeteksi stadium dan penyebaran kanker. Biopsi bisa dilakukan dengan operasi lubang kunci atau dengan bedah terbuka.

Baca juga: Diskon hingga 50% di promo KJSM Hari Hari Swalayan 19 November

Berbagai pemeriksaan penunjang di atas juga bisa digunakan untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker tulang yang terjadi. Setidaknya ada empat stadium dalam kasus kanker tulang, yaitu:

  • Stadium 1, di mana kanker masih di satu area tulang
  • Stadium 2, di mana sel kanker sudah mulai membesar
  • Stadium 3, yakni kanker sudah menyebar ke lebih dari satu area pada tulang yang sama
  • Stadium 4, di mana kanker telah menyebar ke organ lain di dalam tubuh, seperti paru-paru, hati, atau otak

Pengangkatan dengan pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker tulang, tetapi kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat digunakan. Keputusan untuk menggunakan pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi didasarkan pada jenis kanker tulang yang dirawat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Gejala Kanker Tulang yang Perlu Diwaspadai",

Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

Selanjutnya: Relawan penanganan Covid-19 mundur, ini respon Ketua Satgas Doni Monardo

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto


Terbaru