kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45902,82   -5,73   -0.63%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jumlah Kasus Meningkat, Ini 5 Gejala Diabetes Anak yang Perlu Diwaspadai


Jumat, 10 Maret 2023 / 11:29 WIB
Jumlah Kasus Meningkat, Ini 5 Gejala Diabetes Anak yang Perlu Diwaspadai
ILUSTRASI. Penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis juga menjadi salah satu gejala diabetes anak.


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa. Namun, kasus diabetes anak saat ini juga mulai meningkat. 

Diabetes atau diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Diabetes disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain di tubuh. Apabila produksi insulin berkurang, maka akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Baca Juga: 8 Makanan Ini Bikin Asam Lambung di Perut Mengamuk, Waspada Ya!

Pada umumnya, DM dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe-1 dan DM tipe-2. DM tipe-1 disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, sementara DM tipe-2 disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas.

Seringkali DM dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Namun demikian, DM juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja, khususnya DM tipe-1.

Dikutip dari laman Indonesia Baik, prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023. Kasus diabetes pada anak mencapai 2 per 100.000 jiwa per Januari 2023.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Normal Laki-Laki & Wanita Dewasa, Cek Olahraga Menurunkan Gula Darah

Jumlah tersebut dibandingkan dengan jumlah diabetes anak tahun 2010 atau 0,028 per 100.000 anak dan 0,004 per 100.000 jiwa pada 2000.

IDAI mencatat, ada 1.645 anak dengan diabetes melitus yang tersebar di 13 kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Yogakarta, Solo, Denpasar, Palembang, Padang, Medan, Makassar, dan Manado.

Selain itu, hampir 60% penderitanya adalah anak perempuan. Sedangkan berdasarkan usianya, sebanyak 46% berusia 10-14 tahun, dan 31% berusia 14 tahun ke atas.

Lantas, apa saja gejala diabetes anak?

Baca Juga: Penderita Radang Sendi, Jauhi 5 Makanan Ini

Gejala diabetes anak yang perlu diwaspadai 

Gejala diabetes anak yang pertama adalah banyak makan.

Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan, berikut adalah gejala diabetes anak yang perlu diwaspadai:

1. Banyak makan

Gejala diabetes anak yang pertama adalah banyak makan. Sebab, anak dengan DM akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. 

Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi. 

Baca Juga: Ada Berbagai Penyebab Kolesterol Tinggi yang Menjadi Sorotan, Apa Saja?

2. Banyak minum

Banyak minum juga merupakan salah satu gejala diabetes anak. Anak akan merasa haus terus-menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi. 

Baca Juga: 13 Cara Agar Penderita Diabetes Bisa Rontokkan Hiperglikemia atau Gula Darah Tinggi

3. Banyak kencing dan mengompol

Selanjutnya, gejala diabetes anak adalah banyak kencing atau mengompol. Rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. 

Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dari pada frekuensi normal, terutama di malam hari.

Baca Juga: Mengenal Glaukoma, Penyebab Kebutaan Tertinggi Kedua Setelah Katarak

4. Penurunan berat badan 

Penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis juga menjadi salah satu gejala diabetes anak.

Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. 

Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut. 

Baca Juga: Efek Begadang Bagi Wanita Bisa Meningkatkan Kadar Gula Darah, Waspada

5. Kelelahan dan mudah marah

Kemudian, kelelahan dan mudah marah juga menjadi gejala diabetes anak. Sebab, tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuatnya kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. 

Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi menjadi cepat marah dan murung. 

Gejala diabetes anak yang menjadi tanda kedaruratan yang perlu diwaspadai, antara lain sesak napas, dehidrasi, syok dan napas berbau keton.

Baca Juga: Bisa Dicoba Moms! Inilah Cara Membasmi Nyamuk secara Alami di Rumah

Cara mencegah diabetes anak

Kelelahan dan mudah marah juga menjadi gejala diabetes anak.

Cara mencegah diabetes anak dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut :

1. Mempertahankan berat badan ideal

Jika anak memiliki berat badan berlebih, maka upayakan untuk menguranginya sekitar 5-10% untuk mengurangi risiko. Diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegah DM tipe-2.

Baca Juga: Yuk Simak 5 Makanan yang Dilarang Bagi Penderita Radang Sendi, Catat Ya!

2. Perbanyak makan buah dan sayur

Dengan mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari, maka risiko DM tipe-2 dapat berkurang.

3. Kurangi minum minuman manis dan bersoda.

Baca Juga: Ini Jenis Cokelat yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

4. Aktif berolahraga

Upayakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari untuk mencapai berat badan ideal dan menekan tingginya risiko DM tipe-2. Selain itu berolahraga juga bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin.

5. Batasi waktu penggunaan gadget

Demikian penjelasan mengenai gejala diabetes anak dan cara mencegah diabetes anak yang perlu diwaspadai oleh para orang tua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×