kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Isolasi mandiri jadi kunci memutus penyebaran Covid-19


Senin, 31 Mei 2021 / 09:00 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Karantina atau isolasi mandiri kini jadi bagian tak terpisahkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Epidemiolog dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan, isolasi mandiri dapat menjadi pilihan ditengah terbatasnya dukungan pembiayaan.

Selain itu, isolasi mandiri merupakan kunci dalam memutus transmisi penyebaran Covid-19.

"Harus dilakukan secara efektif, artinya untuk orang yang tepat yang masuk dalam pelacakan dan kualitas isolasinya," terang Dicky kepada Kontan.co.id, Minggu (30/5).

Baca Juga: Pemerintah perpanjang PPKM mikro di seluruh provinsi

Dicky melanjutkan, pelaksanaan isolasi mandiri alangkah baiknya dilakukan minimal selama 10 hari dan jika memungkinkan bahkan hingga 14 hari.

Dalam pelaksanaan isolasi mandiri, masyarakat juga harus memastikan tidak ada kontak fisik dengan orang sekitar. Untuk itu, dalam pelaksanaan isolasi mandiri diperlukan dukungan aparatur desa maupun tokoh masyarakat setempat demi memastikan kualitas isolasi mandiri yang dilakukan.

Dicky tak menampik, peran pemerintah daerah dan pusat juga diperlukan dalam menjamin pelaksanaan isolasi mandiri. Hal ini terutama jika masyarakat yang melakukan isolasi mandiri merupakan tulang punggung keluarga.

"Agar masyarakat kelompok bawah tidak terdistraksi dengan kebutuhan mencari nafkah, ini perlu dipikirkan," ujar Dicky.




TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×