Inilah cara mencegah demam berdarah, gejala, dan penyebabnya

Kamis, 18 November 2021 | 11:28 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Inilah cara mencegah demam berdarah, gejala, dan penyebabnya

ILUSTRASI. Petugas Fogging Kecamatan Palmerah melakukan pengasapan di SDN Kota Bambu 07 Pagi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.


3. Gunakan obat nyamuk

Ketiga, cara mencegah demam berdarah adalah dengan menggunakan obat nyamuk yang setidaknya mengandung konsentrasi 10% dietiltoluamida (DEET), atau konsentrasi yang lebih tinggi untuk paparan yang lebih lama. Namun, hindari penggunaan DEET pada anak kecil.

4. Hindari wewangian

Sabun dan parfum yang beraroma kuat dapat menarik nyamuk.

Selain itu, hindari waktu-waktu tertentu seperti saat fajar, senja, dan sore hari untuk tidak berada di luar ruangan agar mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti.

5. Hindari air tergenang

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air yang bersih dan tergenang. Memeriksa dan membuang air yang tergenang dapat membantu mengurangi risiko terkena gigita nyamuk.

Untuk mengurangi risiko perkembangbiakan nyamuk di genangan air yakni:

  • Balikkan ember dan kaleng agar tidak tergenang air saat hujan.
  • Hilangkan kelebihan air dari piring pot tanaman untuk menghilangkan telur nyamuk
  • Jangan letakkan wadah di bawah unit AC
  • Ganti air dalam vas bunga setiap hari kedua dan gosok dan bilas bagian dalam vas.

Baca Juga: Batuk berdarah jangan panik, kenali penyebabnya dulu

Cara mencegah demam berdarah dengan 3M PLUS dari Kementerian Kesehatan

Selain sejumlah cara di atas, berikut adalah cara mencegah demam berdarah dengan 3M PLUS dari Kementerian Kesehatan atau Kemenkes:

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Baca Juga: Selain sakit perut, waspadai ciri-ciri penyakit lambung ini

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru