kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ini alasan mengapa wanita hidup lebih lama dibandingkan pria


Jumat, 05 April 2019 / 17:26 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data baru menemukan perempuan hidup rata-rata 4,4 tahun lebih lama daripada laki-laki. Angka harapan hidup lebih panjang itu karena perempuan lebih sering pergi ke dokter dan umumnya menjaga kesehatan mereka lebih baik. 

Meski demikian, laporan itu mengatakan harapan hidup perempuan berkurang tajam karena kematian ibu. Ini menunjukkan kesenjangan kesehatan besar yang ada antara negara kaya dan miskin. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melaporkan satu dari 41 perempuan meninggal karena kelangkaan akses layanan kesehatan, dibandingkan dengan satu dari 3.300 kematian ibu di negara-negara kaya. 

Samira Asma adalah asisten Direktur Jenderal WHO urusan data, analisis, dan kelahiran mengungkap alasan perbedaan harapan hidup perempuan dan laki-laki. 

Dia mengatakan, laki-laki meninggal lebih awal daripada perempuan karena mereka tidak menjaga kesehatan mereka sebaik perempuan. Juga, karena mereka cenderung menghadapi risiko yang lebih besar. 

Dari 40 penyebab utama kematian, laporan itu mengatakan laki-laki memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada perempuan dilihat dari 33 faktor risiko. 

Misalnya, laporan itu mengatakan laki-laki merokok dan minum alkohol jauh lebih banyak daripada perempuan. Tingkat kematian global akibat bunuh diri 75% lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan. 

Asma mengatakan, penyakit tidak menular meningkat di sebagian besar negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di Afrika. Dia menyebut, ini disebabkan munculnya faktor risiko seperti penggunaan rokok, peningkatan konsumsi alkohol, dan pola makan yang tidak sehat. 

Asma mengatakan statistik kematian terkait penyakit tidak menular atau NCD menggarisbawahi perlunya memprioritaskan perawatan kesehatan primer. Dia menuturkan orang-orang di fasilitas ini bisa mendapat obat dan perawatan yang dibutuhkan untuk penyakit mereka. 

Asma mencatat bahwa orang yang mencari perawatan kesehatan primer sadar akan faktor risiko yang dapat menyebabkan kematian dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Ungkap Alasan Perempuan Hidup Lebih Lama Dibanding Pria"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×