Tips Sehat

Ingin terhindar dari kanker payudara? Lakukan aktivitas berikut ini

Rabu, 15 April 2020 | 17:00 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Ingin terhindar dari kanker payudara? Lakukan aktivitas berikut ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para ahli menyatakan belum menemukan jalan untuk mencegah perempuan terkena kanker payudara. Namun, mereka merekomendasikan beberapa aktivitas yang mampu mencegah perempuan terkena kanker payudara.  

Kanker payudara menjadi penyakit yang mengancam perempuan di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, penyakit ini merupakan penyakit turunan.

Sayangnya, saat ini hasil penelitian tersebut sudah tidak relevan. Mengutip dari situs American Cancer Sociaty, kebanyakan mereka yang menderita kanker payudara bukan dari turunan keluarga.

Baca Juga: Yuk cari tahu gejala dan penyebab kanker payudara

Sampai hari ini para ilmuwan belum menemukan jalan untuk mencegah penyakit kanker payudara. Namun, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan buah dada.

Pertama, Anda harus memperhatikan berat badan. Bila Anda adalah golongan orang-orang obesitas segeralah berolahraga. Karena, kegemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Hal ini wajib dilakukan untuk Anda yang sudah menopause. Alasannya, hormon estrogen yang diproduksi tubuh Anda berasal dari lemak. Saat tubuh mempunyai terlalu banyak lemak maka rentan terkena kanker payudara.

Selain itu, perempuan yang menjelang dewasa juga harus menjaga berat badan. Karena, tubuh mereka cenderung memiliki kadar insulin yang tinggi daripada hormon lainnya. Asal tahu saja, tingkat kadar insulin dalam tubuh berhubungan dengan resiko kanker, termasuk kanker payudara.

Bila Anda sudah memiliki berat badan yang ideal atau sehat, maka pertahankanlah. Saat Anda mendapati berat badan naik sebaiknya segera berdiet.

Kedua, Anda wajib berolahraga secara teratur. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga merupakan kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan payudara.

American Cancer Society menyarankan Anda dapat berolaraga minimal 75-150 menit dalam seminggu. Dalam tempo waktu tersebut Anda dapat melakukan olahraga sedang atau tinggi. Contohnya, Anda bisa melakukan olahraga jalan cepat.

Perlu diperhatikan, sebaiknya Anda tidak berolahraga berlebihan. Agar tubuh selalu dalam keadaan sehat dan prima.

Ketiga, Anda hindari duduk terlalu lama. Banyak penelitian membuktikan bahwa perempuan yang duduk terlalu lama bisa meningkatkan resiko penyakit kanker.

Hasil penelitian American Cancer Society menyebutkan perempuan yang duduk selama enam jam atau lebih dan tidak bekerja beresiko 10% lebih tinggi terjangkit kanker payudara. Mereka yang duduk terlalu lama juga bisa meningkatkan potensi terkena jenis kanker lainnya.  

Keempat, Anda harus batasi konsumsi minuman beralkohol. Penelitian menunjukkan perempuan yang minum dua sampai tiga gelas alkohol per hari meningkatkan resiko kanker payudara 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum minuman keras.

Baca Juga: Ini manfaat baik dan buruk minum teh secara rutin untuk kesehatan

Sedangkan, perempuan yang minum segelas alkohol perhari mempunyai potensi terkena kanker payudara 7-10 % lebih tinggi.

American Cancer Society merekomendasikan, Anda sebaiknya mengkonsumsi alkohol tidak lebih satu gelas per hari. Untuk ukurannya, Anda dapat minum 12 ons bir, lima ons wine, atau 1,5 ons minuman keras jenis lainnya.

Kelima, Anda sebaiknya membatasi terapi penggantian hormon. Umumnya para perempuan melakukan terapi ini saat muda. Tujuan mereka adalah untuk mengendalikan hot flashes, gejala menopause dan lainnya.

Sayangnya, perempuan yang melakukan terapi tersebut malah lebih beresiko terkena kanker payudara. Biasanya, resiko penyakit ini meningkat setelah empat tahun digunakan. Dan, resiko ini mulai turun dalam lima tahun pasca menghentikan terapi tersebut.

Nah, sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter bila ingin melakukan terapi tersebut. Namun, bila Anda memaksa untuk melakukan terapi tersebut maka pilihlah terapi dosis rendah. Dan, sebaiknya tidak terlalu lama melakukan terapi tersebut.

Baca Juga: Olahraga teratur bisa menurunkan risiko terkena penyakit kanker

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru