HIV Menginfeksi Sel Darah Putih, Gejala Awalnya Mirip Flu

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:50 WIB Sumber: Kompas.com
HIV Menginfeksi Sel Darah Putih, Gejala Awalnya Mirip Flu

ILUSTRASI. Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi manusia adalah HIV atau human immunodeficiency virus.


KONTAN.CO.ID - Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi manusia adalah HIV atau human immunodeficiency virus. 

Melansir Kompas.com, HIV adalah penyakit yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang menginfeksi sel darah putih. Infeksi HIV yang tidak diobati sejak tahap awal bisa berkembang menjadi AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome. 

Dikutip dari Pusdatin Kemenkes, Acquired Immune Deficiency Synroms (AIDS) merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat turunnya kekebalan tubuh akibat HIV. 
Sebagaimana melansir WebMd, infeksi HIV terjadi dalam tiga tahap. Jika semakin buruk, maka penyakit akan dapat mengalahkan sistem kekebalan. 

Lantas, apa saja gejala awal HIV? 

Umumnya seseorang tak akan langsung tahu dirinya terinfeksi HIV. Gejala mungkin muncul dalam 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi. Gejala awal HIV seringkali mirip seperti flu, tetapi lebih sering berlangsung satu atau dua minggu kemudian hilang. 

Baca Juga: 8 Ciri-ciri Penyakit Tipes yang Sering Diabaikan: Mual dan Demam

Sejumlah gejala awal HIV tersebut, yakni: 

1. Sakit kepala 
2. Kelelahan 
3. Otot sakit 
4. Sakit tenggorokan 
5. Pembengkakan kelenjar getah bening 
6. Ruam merah yang tidak gatal 
7. Demam 
8. Bisul atau luka di mulut, kerongkongan, anus atau alat kelamin 
9. Sakit kepala dan gejala neurologis lain 
Jika Anda memiliki gejala tersebut dan telah melakukan kontak dengan seseorang yang kemungkinan HIV dalam 2-6 minggu terakhir, maka sebaiknya segera temui dokter untuk tes HIV. 

Pengujian awal penting karena pada tahap awal tingkat HIV dalam darah dan cairan tubuh sangat tinggi, sehingga sangat menular. 

Selain itu, memulai pengobatan sesegera mungkin bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan dan meringankan gejala. 

HIV tahap lanjutan 

Tahap kedua dari penyakit ini adalah saat sistem kekebalan tubuh kalah bertempur dengan HIV. Pada tahap kedua ini justru gejala seperti flu di awal penyakit malah hilang. 

Meski demikian, setelah itu akan banyak hal yang terjadi pada tubuh di mana disebut sebagai periode tanpa gejala atau infeksi HIV kronis. 

Pada tahap ini, HIV yang tak diobati akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan. Tanpa pengobatan, sel CD4 akan terus turun dan Anda akan lebih mungkin terinfeksi penyakit lain. 

Sayangnya saat periode lanjutan ini banyak orang tak menyadari dirinya terinfeksi HIV, sehingga Ia berisiko menularkan ke orang lain. 

Baca Juga: 4 Tahapan Infeksi HIV menjadi AIDS yang Perlu Diketahui

AIDS merupakan stadium lanjutan atau tahap ketiga dari infeksi HIV di mana jumlah sel CD4 turun di bawah 200 dan sistem kekebalan rusak parah. Pada fase ini seseorang mungkin akan mendapat penyakit lain akibat kekebalannya yang lemah. 

Di antaranya yakni sarkoma kaposi atau suatu jenis kanker kulit, pneumocystis pneumonia atau penyakit paru-paru. 

Jika sebelumnya Anda tidak tahu bahwa Anda terinfeksi HIV, Anda mungkin menyadari penyakit ini setelah mengalami sejumlah gejala berikut: 

- Menjadi lelah sepanjang waktu 
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan Anda 
- Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari Keringat malam 
- Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas 
- Bintik-bintik keunguan pada kulit Anda yang tidak kunjung hilang 
- Sesak napas 
- Diare parah yang berlangsung lama 
- Infeksi jamur di mulut , tenggorokan, atau vagina 
- Memar atau berdarah yang tidak bisa Anda jelaskan 
- Gejala neurologis seperti kehilangan ingatan, kebingungan, masalah keseimbangan, perubahan perilaku, kejang, dan perubahan penglihatan. 

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV AIDS, Simak Ciri-Ciri HIV AIDS

Bagaimana Gejala dan Cara Penularan HIV? 

Penularan HIV 

HIV tak akan menular hanya melalui kontak biasa seperti berpelukan, menari dan berjabat tangan. HIV juga tak menyebar melalui udara atau gigitan serangga. 

Berikut sejumlah risiko terbesar dari HIV/AIDS: 

- Melakukan hubungan seks tanpa pengaman apalagi jika Anda memiliki banyak pasangan seksual 
- Memiliki infeksi menular seksual yang menghasilkan luka terbuka pada alat kelamin
- Menggunakan obat suntik terlarang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Awal HIV yang Mirip Flu, Apa Saja?"
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru