4 Tahapan Infeksi HIV menjadi AIDS yang Perlu Diketahui

Jumat, 26 Agustus 2022 | 16:16 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
4 Tahapan Infeksi HIV menjadi AIDS yang Perlu Diketahui

ILUSTRASI. Tahapan HIV menjadi AIDS.


KONTAN.CO.ID - Jakarta. HIV/AIDS adalah penyakit menular yang disebabkan karena terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. 

Perlu diketahui bahwa, terjangkit HIV tidak sama dengan mengidap AIDS. Banyak orang yang positif HIV tidak menderita sakit selama bertahun-tahun. 

Namun, seiring dengan berkembangnya HIV dalam tubuh, virus tersebut secara perlahan menggerogoti sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi AIDS. Sehingga, AIDS adalah tahap infeksi HIV yang paling lanjut. 

Lantas, bagaimana tahapan infeksi AIDS? 

Baca Juga: Apa Saja Gejala HIV dan Seberapa Cepat HIV Berkembang Menjadi AIDS?

Tahapan infeksi HIV menjadi AIDS 

Ilustrasi simbol AIDS

Orang yang sudah tertular virus HIV jika tidak segera ditangani secepatnya maka akan berlanjut ke kondisi AIDS.

AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome atau kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh.

Dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut adalah tahapan infeksi HIV menjadi AIDS:

1. Tahap 1 (Periode Jendela)

Pada tahap 1 ini meliputi:

  • HIV masuk kedalam tubuh, tidak ada tanda-tanda atau gejala HIV khusus, ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) tampak sehat dan merasa sehat.
  • Tes HIV belum bisa mendeteksi keradaan virus ini
  • Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu sampai 3 bulan

Baca Juga: Curhatan Penderita Cacar Monyet: Rasa Sakitnya Sangat Luar Biasa

2. Tahap 2 (HIV Positif/Tanpa Gejala)

Setelah tahap 1 infeksi maka akan berlanjut ke tahap 2 yang meliputi:

  • HIV berkembang biak dalam tubuh
  • Tidak ada tanda-tanda atau gejala HIV khusus, ODHA masih tampak sehat, dan merasa sehat
  • Tes sudah dapat mendeteksi status HIV ODHA
  • Umumnya ODHA dapat terlihat sehat, selama 5 s.d 10 tahun tergantung daya tahan tubuh.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV AIDS, Simak Ciri-Ciri HIV AIDS

Tahapan HIV menjadi AIDS.

3. Tahap 3 (HIV Positif/Muncul Gejala)

Nah, dalam tahap 3 infeksi sudah mulai muncul gejala HIV di antaranya:

  • Sistem kekebalan tubuh semakin menurun
  • Mulai muncul gejala penyakit lainnya, misalnya pembengkakan kelenjar limfa, diare terus - menerus, flu, dll
  • Umumnya berlangsung lebih dari satu bulan, tergantung daya tahan tubuh.

Baca Juga: Bisa Dicoba! Ini Cara Efektif Mencegah Paru-Paru Basah

4. Tahap 4 (AIDS)

Selanjutnya untuk tahap 4 ini, infeksi sudah berkembang dari HIV menjadi AIDS. Sejumlah gejala HIV/AIDS yang muncul di antaranya:

  • Kondisi sisitem kekebalan tubuh sangat lemah.
  • Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah.

Orang dengan AIDS sudah pasti HIV positif, namun orang dengan HIV positif setelah mengetahui statusnya segera melakukan pengobatan ARV (Anti Retroviral) ada kemungkinan kondisinya tidak akan sampai pada tahap AIDS.

ARV adalah obat yang digunkan dalam perawatan dan pencegahan infeksi HIV. Cara kerjanya dengan menghentikan atau memperlambat perkembangan virus dalam tubuh. ODHA bisa hidup sehat seperti orang yang tidak terinfeksi dengan melakukan perawatan ARV sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Penderita Cacar Monyet: Bayangkan Rasa Sakit Borok di Mulut dan Kalikan dengan 20

Cara penularan HIV/AIDS

Cara penularan HIV/AIDS bisa melalui perilaku berisiko di antaranya melakukan hubungan seksual dengan yang bukan pasangannya (suami atau istri). 

Kemudian menggunakan jarum suntik yang  tidak steril yang bisa menjadi  media penularan, menggunakan NAPZA.

Selain itu, HIV dapat menular melalui cairan kelamin seperti cairan sperma, cairan vagina, darah dan dari ibu yang positif HIV ke bayinya melalui kehamilan, persalinan dan Air Susu Ibu.

Demikian penjelasan mengenai tahapan infeksi HIV/AIDS dan cara penularan HIV/AIDS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru