Hindari kebiasaan begadang sambil main ponsel, ini risiko bagi kesehatan

Kamis, 18 Juli 2019 | 12:12 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Hindari kebiasaan begadang sambil main ponsel, ini risiko bagi kesehatan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Main ponsel sebelum tidur merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan orang. Namun jika kebiasaan ini terus dilakukan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan kita loh.

Seperti kejadian yang menimpa seorang pria berusia 19 tahun di China. Seorang pria bernama Zhang Tong (nama samaran), tiba-tiba mengeluh sesak pada dadanya.

Menurut Toutiao pada Selasa (12/2), setelah tiba di rumah sakit karena rasa sakit yang semakin memburuk, Tong menderita infark miokard rendah akut.

Liu Zhiyuan, kepala dokter obat kardiovaskular di Pusat Nyeri Dada Rumah Sakit Pusat Nanyang, China adalah dokter yang merawatnya pertama kali.

Saat itu kondisi Zhang Tong telah stabil dan tidak ditemukan ada gejala lain yang tersisa.

Seperti Tong pada usianya itu, keluarga mengira dia mengalami masalah jantung, tetapi dia tidak merokok atau minum.

Sedangkan satu-satunya kebiasaan tidak sehat Tong adalah begadang dan menonton telepon.

Itu adalah salah satu yang menyebabkan penyakit tersebut, menurut Liu Zhiyuan.

Ketika Tong mengetahui penyakitnya, dia mengatakan, "Saya tidak akan begadang lagi, dan bangun lebih awal serta tidur lebih awal dan berolahraga lebih banyak."

Perlu diketahui penyakit infark miokard adalah salah satu paling berbahaya dari lima jenis penyakit jantung koroner.

Penyakit ini telah meningkat dari tahun ke tahun dan cenderung menyerang pria dengan usia yang lebih muda.

Hal itu tak lain karena popularitas ponsel, komputer serta hal lain seperti tembakau, alkohol, dan jadwal yang membuat tidur tidak teratur.

Ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit jantung koroner dan akhirnya menyebabkan infark miokard.

Liu Zhiyuan mengatakan bahwa penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan hiperlipidemia, obesitas dan riwayat keluarga penyakit kardiovaskular.

Adalah kelompok penyakit berisiko tinggi, pada kelelahan jangka panjang, gugup, dan masif.

Merokok dan penyalahgunaan alkohol juga merupakan penyebab langsung penyakit jantung koroner, dan gaya hidup yang tidak sehat yang biasa terjadi di kalangan anak muda ini.

Nah, supaya kita tidak ikut terkecoh, alangkah baiknya untuk menyimak lima fakta seputar penyakit jantung koroner.

1. Penyakit jantung koroner bisa diderita oleh orang muda

Penyakit jantung koroner juga bisa loh diderita oleh orang muda. Baik laki-laki maupun perempuan.

Terlebih lagi bagi mereka yang tidak memperhatikan pola hidup sehat.

Contoh, suka mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, merokok, dan jarang berolahraga.

2. Berat badan dan kadar kolestrol normal belum tentu aman

Jangan salah, banyak orang yang mengalami serangan jantung meskipun kadar kolestrolnya rendah.

Bahkan, ada juga orang berbadan kurus yang mengalami serangan jantung.

3. Penyakit jantung koroner tidak selalu karena keturunan

Namun, bila orang tua menderita PJK maka si anak bisa saja terhindar dari penyakit ini.

Asalkan ia menjalani pila hidup sehat. Seperti menjaga agar tidak kegemukan dan menjaga agar kadar kolestrol tetap normal.

4. Perempuan lebih rentan terhadap Penyakit jantung korone

Bila seseorang perempuan telah mengalami serangan jantung, kemampuan untuk bertahan hidupnya lebih kecil daripada laki-laki.

Hal ini dikarenakan pembuluh darahnya lebih kecil, sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan lebih besar.

5. Vitamin C bisa mengurangi risiko Penyakit jantung koroner

Harvard School of Public Health menemukan kalau perempuan yang mengonsumsi vitamin C lebih dari 369 mg/hari, risiko terkena penyakit jantung jadi menurun hampir 30 persen.

Hal ini dikarenakan vitamin C memiliki peran penting untuk mencegah terbentuknya arteriosklerosis.

Alias terbentuknya plak yang menempel di dinding pembuluh darah jantung.

Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul,“Begadang Sambil Main Ponsel di Malam Hari Bisa Sebabkan Infark Miokard Rendah Akut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto

Terbaru