Kesehatan Umum

Heat stroke mengintai saat cuaca panas, bagaimana mengatasinya?

Minggu, 27 Oktober 2019 | 06:47 WIB Sumber: Kompas.com
Heat stroke mengintai saat cuaca panas, bagaimana mengatasinya?

ILUSTRASI. Children play in the fountain at Washington Square Park during hot weather in the Manhattan borough of New York, New York, U.S., July 19, 2019. REUTERS/Carlo Allegri TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa hari terakhir ini, sejumlah wilayah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang cukup ekstrem. Bahkan, suhu maksimumnya bisa mencapai 38,8 derajat Celsius.

Mereka yang beraktivitas di bawah sengatan matahari dalam waktu yang lama berpotensi besar terkena dehidrasi. Jika kondisi ini dibiarkan, komplikasi bisa berkembang lebih parah menjadi heat stroke. Apa itu heat stroke?

Heat stroke, yang juga dikenal dengan sengatan panas, adalah kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius, atau bahkan lebih. Heat stroke biasanya terjadi saat seseorang merasa sangat kepanasan akibat paparan sengatan matahari di luar batas toleransi tubuh.

Tubuh umumnya menghasilkan panas dari dalam, lalu akan mendinginkan diri dengan cara mengeluarkan keringat. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti panas yang ekstrem, kelembapan udara yang tinggi, atau beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama, membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri.

Jika seseorang mengalami dehidrasi dan tidak cukup mengeluarkan keringat untuk mendinginkan tubuh, suhu dalam tubuh akan meningkat drastis sehingga menyebabkan heat stroke atau sengatan panas. Selain itu, olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas juga menjadi penyebab heat stroke. Kendati demikian, kondisi ini hanya terjadi apabila kita tidak terbiasa dengan suhu yang tinggi.

Baca Juga: BMKG tegaskan Indonesia tidak bakal alami gelombang panas, hanya suhu panas

Faktor risiko heat stroke

Heat stroke dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena sengatan panas ini, di antaranya:

1. Usia

Kemampuan dalam menghadapi panas yang ekstrem tergantung pada kekuatan sistem saraf pusat tubuh. Pada usia yang sangat muda, sistem saraf pusat belum sepenuhnya berkembang. Sedangkan, pada orang dewasa lanjut di atas usia 65 tahun, sistem saraf pusat mulai memburuk sehingga membuat tubuh tidak mampu menghadapi perubahan suhu tubuh. Kedua kelompok usia tersebut biasanya mengalami kesulitan untuk tetap terhidrasi dengan baik sehingga berisiko mengalami heat stroke.

2. Melakukan aktivitas fisik saat cuaca panas

Aktivitas kerja atau latihan olahraga, seperti sepak bola atau lari jarak jauh, di luar ruangan saat cuaca panas yang ekstrem berisiko membuat seseorang terkena sengatan panas.

3. Mendadak terpapar cuaca yang sangat panas

Kita mungkin lebih berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan cuaca panas apabila mengalami peningkatan suhu secara tiba-tiba. Sebagai solusinya, kita bisa membatasi aktivitas di luar ruangan selama beberapa hari untuk memungkinkan tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tetap terhidrasi dan merespons suhu panas. Jika Anda minum obat-obatan, seperti antihistamin, pil diet, diuretik, sedatif, stimulan, obat kejang (antikonvulsan), obat jantung dan tekanan darah (beta bloker dan vasokontriktor), antidepresan dan antipsikotik, sebaiknya berhati-hati terhadap cuaca panas ekstrem karena berisiko mengalami heat stroke.

5. Kondisi kesehatan tertentu

Mereka yang memiliki penyakit kronis tertentu, seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit mental, juga berisiko terkena sengatan panas.

Baca Juga: Rabu dan Kamis lalu, suhu di Ciputat tembus 39,6 derajat celcius

Tanda dan gejala heat stroke yang perlu diketahui

Tanda dan gejala heat stroke yang perlu diketahui

Seseorang yang mengalami heat stroke biasanya akan mengalami tanda dan gejala-gejala berikut ini:

  • Demam tinggi 40 derajat Celsius atau lebih
  • Pusing Sakit kepala, kepala terasa berkunang-kunang
  • Tidak berkeringat, meski suhu tubuh tinggi
  • Kulit kering dan memerah
  • Mual dan muntah
  • Otot melemah dan kram
  • Detak jantung berdebar kencang
  • Pernapasan cepat
  • Perubahan perilaku, seperti kebingungan, disorientasi, mudah marah, bicara cadel
  • Kejang
  • Pingsan (tidak sadarkan diri), yang merupakan gejala awal pada orang lansia.

Jika seseorang mengalami tanda-tanda dan gejala heat stroke di atas, segera berikan pertolongan pertama guna mencegah munculnya komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa. Saat seseorang terkena heat stroke, lepas pakaian penderita.

Baca Juga: Gerak semu matahari sebabkan cuaca panas, ini tiga daerah dengan suhu tertinggi

Kemudian, segera lakukan upaya pendinginan tubuh dengan cara-cara berikut:

  • Kipasi tubuh
  • Jika berada di luar ruangan, bawalah ke tempat atau lokasi yang teduh
  • Rendam dalam air dingin atau guyur dengan air dingin
  • Semprot dengan air dari selang
  • Kompres es batu atau handuk yang telah dibasahi air dingin ke seluruh tubuh, terutama leher, ketiak, dan selangkangan.
  • Jika kondisi memungkinkan, berikan air minum dingin agar tubuh terhidrasi.
  • Jangan beri minuman yang mengandung gula, kafein, dan alkohol.

Perlu diingat, jangan mengompres es batu kepada orang dewasa lanjut, anak-anak, dan penderita yang memiliki penyakit kronis. Pasalnya, langkah tersebut dapat membahayakan kesehatan mereka.

Baca Juga: Hati-hati, kebiasaan di pagi hari yang dapat memicu penyakit kanker

Bisakah heat stroke dicegah?

Saat cuaca sedang panas-panasnya, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan ber-AC. Namun, jika diharuskan untuk beraktivitas di luar ruangan, Anda dapat mencegah heat stroke dengan langkah-langkah berikut:

Mengenakan pakaian yang longgar, berbahan tipis, dan berwarna terang. Gunakan topi bertepi lebar, payung, dan kacamata hitam. Oleskan sunscreen (tabir surya) dengan kandungan SPF 30 atau lebih. Jangan lupa untuk mengoleskannya kembali setiap dua jam.

Perbanyak cairan tubuh. Usahakan untuk minum air atau makan buah lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi. Anda juga bisa menyiasatinya dengan minum minuman olahraga kaya elektrolit selama panas sedang terik-teriknya.

Bijaksana dalam memilih waktu untuk beraktivitas di luar ruangan. Jika memungkinkan, batalkan segala aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas ekstrem. Atau Anda bisa mengubah jadwal aktivitas di pagi atau sore hari.

Baca Juga: Misteri tubuh manusia: Kenapa keringat rasanya asin?

Heat stroke merupakan kondisi yang harus segera ditangani. Jika Anda atau orang-orang di sekitar mengalami heat stroke, segera lakukan pertolongan pertama untuk menurunkan suhu tubuh.

Apabila pertolongan pertama tidak efektif untuk menurunkan suhu tubuh dengan cepat, segera cari bantuan medis agar heat stroke tidak semakin parah. Pasalnya, heat stroke yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kerusakan otak serta organ vital lainnya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Heat Stroke Mengintai saat Cuaca Panas, Bagaimana Mengatasinya?

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Wahyu Rahmawati


Terbaru