kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.479   -46,92   -0,72%
  • KOMPAS100 844   -5,01   -0,59%
  • LQ45 639   -5,82   -0,90%
  • ISSI 228   -0,59   -0,26%
  • IDX30 357   -3,31   -0,92%
  • IDXHIDIV20 433   -3,62   -0,83%
  • IDX80 96   -0,70   -0,72%
  • IDXV30 120   -0,64   -0,53%
  • IDXQ30 113   -1,02   -0,90%

Hati-hati! Ini 4 tahapan gejala asam urat yang patut diwaspadai


Kamis, 24 Desember 2020 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. Nyeri sendi tersebut disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. KONTAN.Carolus Agus Waluyo/04/06/2012.


Reporter: kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pirai interkritikal adalah fase setelah suatu serangan pirai akut, saat seorang penderita asam urat tidak merasakan gejala sama sekali. Pada tahap ini, penyakit asam urat terasa sembuh, sehingga sering para penderita asam urat tidak mau lagi melakukan diet yang ketat dan tidak mau minum obat asam urat. 

Bahkan, pada fase ini, beberapa penderita asam urat tidak akan merasa nyeri di sendinya meski dipakai untuk berolahraga berat. 

Baca Juga: Asam urat kumat? Coba redakan dengan 6 cara ini

4. Pirai kronis bertofus 

Pirai kronis bertofus adalah fase penyakit asam urat yang sudah kronis. Di mana, pada tahap ini didapatkan benjolan-benjolan di sekitar sendi, telinga, atau kelopak mata yang disebut tofus. 

Kondisi ini terjadi karena tahap pirai akut dan tahap interkritikal pada umumnya terjadi silih berganti. Artinya, seorang penderita asam urat akan mengalami nyeri sendi yang berulang kali atau kambuh-kambuhan yang akan diakhiri oleh tahap pirai kronis bertofus. 

Baca Juga: Jaga kesehatan pencernaan dengan buah untuk asam lambung ini

Pada tahap pirai kronis bertofus, penderita asam urat pada umumnya akan kesakitan terus bahkan bisa mulai dtemukan komplikasi pada ginjal, jantung, dan organ lainnya. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×