Penyakit Menular

Gejala penyakit tuberkulosis yang tidak boleh diabaikan

Senin, 13 Juli 2020 | 12:30 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Gejala penyakit tuberkulosis yang tidak boleh diabaikan

ILUSTRASI. Gejala penyakit tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru manusia. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tuberkulosis atau biasa disebut dengan TB adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Jika gejala penyakit tuberkulosis tidak segera ditangani, maka kondisi tubuh seseorang bisa semakin parah. Penyakit ini ditularkan oleh bakteri yang tersebar di udara.

Setiap orang bisa mengalami gejala penyakit tuberkulosis. Hal itu disebabkan karena menghirup udara yang terkontaminasi bakteri dari orang yang sudah terkena penyakit TB terlebih dahulu. Entah saat orang yang sakit tersebut berbicara, batuk, atau sedang menyanyi.

Dilansir dari cdc.gov, ada dua kondisi penyakit TB, yaitu Latent TB dan penyakit TB. Latent TB adalah kondisi di mana seseorang terkena bakteri TB, tapi tidak menunjukkan gejala penyakit tuberkulosis apapun.

Hal itu disebabkan karena sistem imun tubuh mampu mencegah perkembangan bakteri. Jadi, orang yang termasuk dalam kategori Latent TB tidak akan mengalami sakit atau menularkan bakteri ke orang lain.

Hal yang berbeda dialami oleh seseorang yang terkena penyakit TB. Bakteri yang menyerang tubuh menjadi aktif dan berkembang biak. Sistem imun tubuh tidak mampu mencegah terjadinya hal tersebut. Untuk itu, orang yang mengalami penyakit TB perlu ditangani dengan cara yang tepat agar penyakitnya tidak lebih parah.

Baca Juga: 10 penyakit paling mematikan di dunia versi WHO, Covid-19 bukan salah satunya

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Bakteri penyebab penyakit TB biasanya menyerang paru-paru. Menurut cdc.gov, ada beberapa gejala penyakit tuberkulosis yang perlu Anda tahu. Gejala pertama, batuk secara terus-menerus selama lebih dari tiga minggu.

Batuk juga diikuti dengan darah dan dada terasa sakit. Selain itu, cdc.gov juga menambahkan bahwa gejala penyakit tuberkulosis bisa berupa rasa lelah, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, kedinginan, dan keluar keringat dingin.

Seperti yang sudah dikatakan, setiap orang memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit TB. Hal tersebut bisa semakin parah jika ditambah dengan beberapa faktor lainnya. Faktor pertama, Anda baru saja menghabiskan waktu bersama dengan seseorang yang memiliki penyakit TB.

Baca Juga: Awas! Kunyit bisa memicu masalah kesehatan bila dikonsumsi berlebihan

Selain itu, bekerja dan tinggal di lingkungan yang banyak terpapar dengan penyakit TB juga bisa memperbesar kemungkinan Anda terkena penyakit TB. Gejala penyakit TB juga bisa muncul ketika Anda baru saja kembali dari negara yang memiliki kasus penyakit TB tinggi. Cdc.gov menyebutkan beberapa negara dengan kasus penyakit TB tinggi adalah Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Rusia.

Mengutip dari mayoclinic.org, waktu untuk mengunjungi dokter adalah ketika Anda mengalami gejala penyakit tuberkulosis seperti yang telah dijelaskan. Beberapa faktor yang meningkatkan resiko terkena penyakit TB juga perlu Anda perhatikan.

Masih dari laman yang sama, mayoclinic.org juga mengimbau orang-orang dengan kondisi tertentu untuk segera memeriksakan diri. Kondisi yang disebutkan meliputi seseorang yang memiliki penyakit HIV/AIDS, bekerja di pelayanan kesehatan, dan anak-anak yang bertemu dengan orang dewasa beresiko penyakit TB.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru