kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gejala Awal Penyakit Autoimun, Cermati dengan Hati-Hati!


Kamis, 28 April 2022 / 08:45 WIB
Gejala Awal Penyakit Autoimun, Cermati dengan Hati-Hati!


Reporter: Helvana Yulian | Editor: Helvana Yulian

KONTAN.CO.ID - Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. 

Padahal, sistem kekebalan tubuh seharusnya menjadi benteng bagi tubuh dalam melawan penyakit dan zat asing, seperti bakteri dan virus. 

Penyakit autoimun ini bisa berdampak kepada banyak sekali bagian tubuh seseorang. Saking banyaknya, tercatat ada 80 jenis penyakit autoimun dengan sebagian gejala yang sama. 

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebab penyakit autoimun. 

Namun, beberapa teori menunjukkan sistem kekebalan yang terlalu aktif menyerang tubuh setelah infeksi atau cedera. 

Selain itu, dilansir dari Women Health, ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit autoimun ini, yaitu: 

1. Faktor genetik

Gangguan tertentu seperti lupus dan multiple sclerosis cenderung diturunkan dalam keluarga. 

Memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun dapat meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti penyakit ini pasti terjadi.  

2. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritisatau psoriatic arthritis. 

Ini bisa jadi karena berat badan lebih memberi tekanan lebih besar pada persendian atau karena jaringan lemak membuat zat yang mendorong peradangan. 

3. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat berakibat buruk bagi tubuh. Termasuk juga meningkatkan penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme, dan multiple sclerosis. 

4. Obat-obatan Tertentu

Misalnya obat tekanan darah atau antibiotik tertentu dapat memicu lupus yang diinduksi obat (drug-induced lupus). Ini merupakan bentuk lupus yang lebih jinak. 

Selain itu, menurut laman John Hopkins Medicine, obat khusus yang digunakan untuk menurunkan kolesterol, yaitu statin dapat memicu miopati yang diinduksi statin (statin-induced myopathy).  




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×