Tips Sehat

Diet tradisional terbukti lebih ampuh turunkan berat badan ketimbang puasa intermiten

Jumat, 18 Juni 2021 | 07:23 WIB Sumber: Kompas.com
Diet tradisional terbukti lebih ampuh turunkan berat badan ketimbang puasa intermiten

ILUSTRASI. Diet puasa intermiten yang membuat orang berpuasa beberapa hari setiap minggu, semakin meningkat popularitasnya. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diet puasa intermiten yang membuat orang berpuasa beberapa hari setiap minggu, semakin meningkat popularitasnya selama beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi dengan gambar transformasi berat badan yang ajaib dan diikuti oleh banyak selebriti. 

Namun, bukti hingga saat ini tentang efektivitas puasa intermiten dibandingkan dengan diet tradisional yang bertujuan untuk mengurangi asupan kalori selama seminggu penuh masih terbatas. 

Bahkan, penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Science Translational Medicine pada 16 Juni 2021, menunjukkan bahwa tidak ada yang istimewa dari puasa intermiten. 

Studi baru dari tim ahli fisiologi di University of Bath ini seakan menentang kepercayaan populer, bahwa diet puasa intermiten adalah cara paling efektif untk menurunkan berat badan. 

Baca Juga: 4 Makanan untuk penderita asam urat, bisa jadi pilihan

Peneliti mengungkap, peserta dalam uji coba kontrol acak yang mereka lakukan, kehilangan lebih sedikit berat badan saat berpuasa intermiten, dibandingkan dengan mereka yang mengikuti diet tradisional - bahkan ketika asupan kalori mereka secara keseluruhan sama. 

Uji coba, yang diselenggarakan oleh tim dari Pusat Nutrisi, Latihan & Metabolisme Universitas (CNEM), membagi peserta dalam tiga kelompok kategori: 

- Kelompok 1 yang melakukan puasa intermiten secara selang-seling dengan di hari tidak berpuasa mereka makan 50% lebih banyak dari biasanya. 

- Kelompok 2 yang mengurangi kalori di semua makanan setiap hari sebesar 25%. 

- Kelompok 3 yang berpuasa intermiten bergantian (sama seperti Kelompok 1), tetapi di hari mereka tidak berpuasa, mereka makan sehari 100% lebih banyak dari biasanya. 

Baca Juga: Sering dibuat campuran es teh, ini manfaat leci untuk kesehatan

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru