Kecantikan & Kebugaran

Diet mediterania masih jadi diet terbaik tahun 2021

Rabu, 06 Januari 2021 | 11:10 WIB Sumber: Kompas.com
Diet mediterania masih jadi diet terbaik tahun 2021

ILUSTRASI. Selama empat tahun berturut-turut, termasuk tahun ini, diet Mediterania masih dinobatkan sebagai diet terbaik secara keseluruhan.

Selain itu, diet Mediterania juga dapat mendukung rencana penurunan berat badan dengan mengganti asupan karbohidrat olahan dan gula rafinasi dengan sumber makanan yang lebih padat nutrisi, seperti sayur-sayuran dan ikan. Diet yang fokus pada lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat dan salmon ini juga diyakini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang menyebabkan penyakit jantung.

Diet Mediterania tidak membatasi kalori atau menyertakan perencanaan makan yang kaku, sehingga lebih mudah diikuti oleh siapa saja dan aman dari efek samping yang tidak diinginkan. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi kelemahan bagi orang-orang yang mencari pola makan yang lebih terstruktur atau yang sedang mengejar penurunan berat badan dengan cepat.

Selain Mediterania, diet lainnya yang juga menempati peringkat teratas tahun ini adalah flexitarian dan DASH. Ahli diet teregistrasi dan associate clinical professor dari University of Utah, Kethie Beals mengatakan, selain mudah diikuti dan diterapkan, diet yang baik juga seharusnya terjangkau bagi semua orang. "Itu adalah hal yang perlu kita pertimbangkan ketika bicara soal rencana makan, tidak hanya di masa pandemi saat kemampuan keuangan banyak orang sedang ketat, tetapi juga untuk waktu-waktu lainnya," kata dia, seperti dilansir Insider.

Baca Juga: 3 Program diet sehat, efektif menurunkan berat badan

Keto dalam daftar diet terburuk

Diet-diet yang mendapatkan peringkat terendah secara keseluruhan dari US News & World Report adalah diet yang dianggap sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang serta tidak bernutrisi seimbang. Diet Keto yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat masuk ke dalam daftar ini.

Selain Keto, diet lain yang juga mendapat peringkat terendah adalah Biggest Loser Diet, OPTAVIA, hingga diet Gaps yang mengharuskan pengikutnya untuk mengeliminasi konsumsi biji-bijian, produk susu pasteurisasi, sayuran bertepung, hingga karbohidrat olahan. Diet Dukan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat serta diet Whole3 sebagai diet ketat berdurasi satu bulan, juga masuk ke dalam daftar terendah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Diet Mediterania Masih Jadi Diet Terbaik di 2021, Kok Bisa?

Editor: Nabilla Tashandra

Baca Juga: Ini jenis diet yang terbukti efektif menurunkan berat badan Anda

KOMPAS.com - Setiap tahunnya, US News & World Report memberikan peringkat diet terbaik untuk setahun ke depan. Selama empat tahun berturut-turut, termasuk tahun ini, diet Mediterania masih dinobatkan sebagai diet terbaik secara keseluruhan. Untuk diketahui, diet Mediterania adalah pola makan nabati yang terbukti mampu mencegah penyakit kronis dan meningkatkan umur panjang. X Learn more Ini bukanlah jenis diet ketat sehingga memungkinkan pelakunya tetap menerapkan pola makan yang fleksibel. Diet Mediterania menjadi pilihan teratas para ahli gizi, spesialis diabetes, spesialis jantung, hingga spesialis penurunan berat badan, di antara 39 pola makan, termasuk di antaranya diet populer seperti Keto, Atkins, Wight Watchers, dan lainnya. Pemeringkatan didasarkan pada tujuh kategori, di mana setiap diet dinilai dengan skala 1 sampai 5. Beberapa kategori tersebut antara lain kategori kelengkapan nutrisi, kemudahan mengikuti diet, potensi penurunan berat badan jangka panjang dan pendek, keamanan dan kemungkinan efek sampingnya, serta potensi membantu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes. Secara umum, pola makan yang cenderung fleksibel seperti diet Mediterania dan beberapa jenis diet fleksibel lainnya berada di peringkat teratas, sementara diet ketat seperti Keto berada di urutan terbawah. Baca juga: Diet Mediterania Diprediksi Jadi Diet Terbaik 2019, Apa Alasannya? Diet Mediterania kaya sayur dan buah Diet Mediterania berasal dari negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania, di mana penduduk di sana banyak mengonsumsi hasil bumi seperti kacang-kacangan dan lemak sehat. Banyak dari area ini adalah bagian dari zona biru (blue zones), wilayah di dunia tempat orang-orang yang cenderung hidup paling lama dan paling sehat. Diet Mediterania sangat bergantung pada makanan laut, produk segar, biji-bijian dan kacang-kacangan. Meski begitu, mereka masih bisa menikmati anggur dalam jumlah sedang. Makanan yang disertakan dalam pola makan ini cenderung kaya akan vitamin dan nutrisi penting, seperti polifenol atau senyawa nabati yang membantu melindungi tubuh dari penyakit. Diet ini telah terbukti membantu mengurangi risiko diabetes, mencegah jenis kanker tertentu dan mencegah penurunan kognitif. Baca juga: Diet Mediterania Vs Diet Rendah Lemak, Mana Lebih Baik untuk Jantung? Selain itu, diet Mediterania juga dapat mendukung rencana penurunan berat badan dengan mengganti asupan karbohidrat olahan dan gula rafinasi dengan sumber makanan yang lebih padat nutrisi, seperti sayur-sayuran dan ikan. Diet yang fokus pada lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat dan salmon ini juga diyakini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang menyebabkan penyakit jantung. Diet Mediterania tidak membatasi kalori atau menyertakan perencanaan makan yang kaku, sehingga lebih mudah diikuti oleh siapa saja dan aman dari efek samping yang tidak diinginkan. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi kelemahan bagi orang-orang yang mencari pola makan yang lebih terstruktur atau yang sedang mengejar penurunan berat badan dengan cepat. Selain Mediterania, diet lainnya yang juga menempati peringkat teratas tahun ini adalah flexitarian dan DASH. Menurut ahli diet teregistrasi dan associate clinical professor dari University of Utah, Kethie Beals mengatakan, selain mudah diikuti dan diterapkan, diet yang baik juga seharusnya terjangkau bagi semua orang. "Itu adalah hal yang perlu kita pertimbangkan ketika bicara soal rencana makan, tidak hanya di masa pandemi saat kemampuan keuangan banyak orang sedang ketat, tetapi juga untuk waktu-waktu lainnya," kata dia, seperti dilansir Insider. Baca juga: Diet Mediterania Bikin Usia Hidup Lebih Panjang, Apa Sebabnya? Keto dalam daftar diet terburuk Diet-diet yang mendapatkan peringkat terendah secara keseluruhan dari US News & World Report adalah diet yang dianggap sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang serta tidak bernutrisi seimbang. Diet Keto yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat masuk ke dalam daftar ini. Selain Keto, diet lain yang juga mendapat peringkat terendah adalah Biggest Loser Diet, OPTAVIA, hingga diet Gaps yang mengharuskan pengikutnya untuk mengeliminasi konsumsi biji-bijian, produk susu pasteurisasi, sayuran bertepung, hingga karbohidrat olahan. Diet Dukan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat serta diet Whole3 sebagai diet ketat berdurasi satu bulan, juga masuk ke dalam daftar terendah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diet Mediterania Masih Jadi Diet Terbaik di 2021, Kok Bisa?", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/01/05/150155820/diet-mediterania-masih-jadi-diet-terbaik-di-2021-kok-bisa?page=all#page2.

Editor : Nabilla Tashandra

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
KOMPAS.com - Setiap tahunnya, US News & World Report memberikan peringkat diet terbaik untuk setahun ke depan. Selama empat tahun berturut-turut, termasuk tahun ini, diet Mediterania masih dinobatkan sebagai diet terbaik secara keseluruhan. Untuk diketahui, diet Mediterania adalah pola makan nabati yang terbukti mampu mencegah penyakit kronis dan meningkatkan umur panjang. X Learn more Ini bukanlah jenis diet ketat sehingga memungkinkan pelakunya tetap menerapkan pola makan yang fleksibel. Diet Mediterania menjadi pilihan teratas para ahli gizi, spesialis diabetes, spesialis jantung, hingga spesialis penurunan berat badan, di antara 39 pola makan, termasuk di antaranya diet populer seperti Keto, Atkins, Wight Watchers, dan lainnya. Pemeringkatan didasarkan pada tujuh kategori, di mana setiap diet dinilai dengan skala 1 sampai 5. Beberapa kategori tersebut antara lain kategori kelengkapan nutrisi, kemudahan mengikuti diet, potensi penurunan berat badan jangka panjang dan pendek, keamanan dan kemungkinan efek sampingnya, serta potensi membantu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes. Secara umum, pola makan yang cenderung fleksibel seperti diet Mediterania dan beberapa jenis diet fleksibel lainnya berada di peringkat teratas, sementara diet ketat seperti Keto berada di urutan terbawah. Baca juga: Diet Mediterania Diprediksi Jadi Diet Terbaik 2019, Apa Alasannya? Diet Mediterania kaya sayur dan buah Diet Mediterania berasal dari negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania, di mana penduduk di sana banyak mengonsumsi hasil bumi seperti kacang-kacangan dan lemak sehat. Banyak dari area ini adalah bagian dari zona biru (blue zones), wilayah di dunia tempat orang-orang yang cenderung hidup paling lama dan paling sehat. Diet Mediterania sangat bergantung pada makanan laut, produk segar, biji-bijian dan kacang-kacangan. Meski begitu, mereka masih bisa menikmati anggur dalam jumlah sedang. Makanan yang disertakan dalam pola makan ini cenderung kaya akan vitamin dan nutrisi penting, seperti polifenol atau senyawa nabati yang membantu melindungi tubuh dari penyakit. Diet ini telah terbukti membantu mengurangi risiko diabetes, mencegah jenis kanker tertentu dan mencegah penurunan kognitif. Baca juga: Diet Mediterania Vs Diet Rendah Lemak, Mana Lebih Baik untuk Jantung? Selain itu, diet Mediterania juga dapat mendukung rencana penurunan berat badan dengan mengganti asupan karbohidrat olahan dan gula rafinasi dengan sumber makanan yang lebih padat nutrisi, seperti sayur-sayuran dan ikan. Diet yang fokus pada lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat dan salmon ini juga diyakini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang menyebabkan penyakit jantung. Diet Mediterania tidak membatasi kalori atau menyertakan perencanaan makan yang kaku, sehingga lebih mudah diikuti oleh siapa saja dan aman dari efek samping yang tidak diinginkan. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi kelemahan bagi orang-orang yang mencari pola makan yang lebih terstruktur atau yang sedang mengejar penurunan berat badan dengan cepat. Selain Mediterania, diet lainnya yang juga menempati peringkat teratas tahun ini adalah flexitarian dan DASH. Menurut ahli diet teregistrasi dan associate clinical professor dari University of Utah, Kethie Beals mengatakan, selain mudah diikuti dan diterapkan, diet yang baik juga seharusnya terjangkau bagi semua orang. "Itu adalah hal yang perlu kita pertimbangkan ketika bicara soal rencana makan, tidak hanya di masa pandemi saat kemampuan keuangan banyak orang sedang ketat, tetapi juga untuk waktu-waktu lainnya," kata dia, seperti dilansir Insider. Baca juga: Diet Mediterania Bikin Usia Hidup Lebih Panjang, Apa Sebabnya? Keto dalam daftar diet terburuk Diet-diet yang mendapatkan peringkat terendah secara keseluruhan dari US News & World Report adalah diet yang dianggap sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang serta tidak bernutrisi seimbang. Diet Keto yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat masuk ke dalam daftar ini. Selain Keto, diet lain yang juga mendapat peringkat terendah adalah Biggest Loser Diet, OPTAVIA, hingga diet Gaps yang mengharuskan pengikutnya untuk mengeliminasi konsumsi biji-bijian, produk susu pasteurisasi, sayuran bertepung, hingga karbohidrat olahan. Diet Dukan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat serta diet Whole3 sebagai diet ketat berdurasi satu bulan, juga masuk ke dalam daftar terendah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diet Mediterania Masih Jadi Diet Terbaik di 2021, Kok Bisa?", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/01/05/150155820/diet-mediterania-masih-jadi-diet-terbaik-di-2021-kok-bisa?page=all#page2.

Editor : Nabilla Tashandra

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru