Penyakit Menular

Di tengah wabah corona, amankah makanan yang dipesan lewat layanan antar?

Sabtu, 23 Mei 2020 | 09:18 WIB Sumber: Grid
Di tengah wabah corona, amankah makanan yang dipesan lewat layanan antar?

ILUSTRASI. Pembelian makanan lewat aplikasi. KONTAN/Muradi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, masyarakat telah diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Selama masa tersebut, memesan makanan dengan layanan antar atau delivery order bisa menjadi solusi untuk mengatasi perut lapar.

Namun, apakah aman memesan makanan melalui layanan antar di tengah pandemi virus Corona seperti saat ini?

Baca Juga: Naik tinggi, Kemenkeu catat pembiayaan utang sebesar Rp 223,8 triliun per April 2020

Ternyata, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini membuat penggunaan layanan pesan antar makanan melonjak drastis. Padahal sebenarnya makanan dari layanan pesan antar juga tak menjamin terbebas dari Covid-19.

Dilansir dari Grid.ID, Direktur Standarisasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sutanti Siti Namtini mengatakan, memang belum ada penelitian yang menyebut Covid-19 bisa tertular dari makanan.

Namun, yang paling krusial dari pesan antar makanan adalah bagian kemasan paling luar dari produk. Kemasan paling luar memiliki kontak langsung dengan pengantar (delivery man) dan lingkungan sekitar.

"Mungkin dikhawatirkan dari kemasannya, mungkin tercemar oleh personil yang mengantarkan dalam rantai distribusi. Ini perlu diperhatikan," kata Sutanti dalam konferensi video, Rabu (20/5).

Baca Juga: Cari bacaan sambil mengisolasi diri? Ini lima buku rekomendasi dari Bill Gates

Buka kemasan luarnya 
Sutanti mengatakan, cara paling mudah untuk mencegah penyebaran virus adalah membuka kemasan paling luar dan segera membuangnya. Kemudian, cucilah tangan dengan sabun sebelum menyantap makanan.

"Cuci tangan, kemudian bagian paling luar dilepas dan segera dibuang. Kemudian kita cuci tangan lagi, baru membuka kemasan untuk disantap. Itu sudah cukup. Itu sesuai dengan protokol yang diatur oleh pemerintah," ujar Sutanti.

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru