CDC rilis pembaruan, ini 5 efek samping parah vaksin COVID-19

Senin, 08 November 2021 | 15:29 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
CDC rilis pembaruan, ini 5 efek samping parah vaksin COVID-19

ILUSTRASI. Desiree Mohammadi menerima vaksin COVID-19 di Cohen Children's Medical Center di tengah pandemi penyakit virus corona di New Hyde Park, New York, AS, Kamis (4/11/2021). CDC mengeluarkan pembaruan tentang efek samping vaksin COVID-19. REUTERS/Andrew Kelly.

3. Guillain-Barre Syndrome (GBS)

CDC dan FDA sedang memantau laporan Guillain-Barre Syndrome (GBS) pada orang yang telah menerima vaksin Janssen. 

GBS adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel saraf, menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan.

Kebanyakan orang pulih sepenuhnya dari GBS, tetapi beberapa mengalami kerusakan saraf permanen. 

Setelah lebih dari 15,2 juta dosis vaksin Janssen diberikan di AS, ada sekitar 233 laporan awal GBS yang diidentifikasi di VAERS per 13 Oktober 2021.

Kasus-kasus ini sebagian besar telah dilaporkan sekitar 2 minggu setelah vaksinasi dan sebagian besar pada pria, berusia 50 tahun ke atas. 
CDC akan terus memantau dan mengevaluasi laporan GBS yang terjadi setelah vaksinasi COVID-19 dan akan mengupdate informasi terbaru.

4. Miokarditis dan perikarditis

Miokarditis atau peradangan dinding otot jantung dan perikarditis atau peradangan dari perikardium setelah vaksinasi COVID-19 jarang terjadi. 

Hingga 13 Oktober 2021, VAERS menerima 1.638 laporan miokarditis dan perikarditis di antara orang berusia 30 tahun ke bawah yang menerima vaksin COVID-19.

Sebagian besar kasus telah dilaporkan setelah vaksinasi mRNA buatan Pfizer-BioNTech atau Moderna, terutama pada remaja pria dan dewasa muda. 

Melalui tindak lanjut, termasuk tinjauan rekam medis, CDC dan FDA telah mengkonfirmasi 945 laporan tentang miokarditis atau pericarditis dan kini sedang menyelidiki laporan ini untuk menilai apakah ada hubungan dengan vaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Australia mulai memberikan suntikan booster vaksin Covid-19

5. Laporan kematian setelah vaksinasi COVID-19 jarang terjadi

Lebih dari 408 juta dosis vaksin COVID-19 diberikan di Amerika Serikat, dari 14 Desember 2020 hingga 18 Oktober 2021.

Selama waktu tersebut, VAERS menerima 8.878 laporan kematian (0,0022%) di antara orang-orang yang menerima COVID-19 vaksin. 

FDA mewajibkan penyedia layanan kesehatan untuk melaporkan kematian apapun setelah vaksinasi COVID-19 kepada VAERS, meskipun tidak jelas apakah vaksin penyebabnya. 

Laporan efek samping kepada VAERS setelah vaksinasi, termasuk kematian, tidak selalu berarti vaksin menyebabkan masalah kesehatan.

“Tinjauan informasi klinis yang tersedia, termasuk bukti kematian, autopsi, dan catatan medis, belum menetapkan hubungan sebab akibat dengan vaksin COVID-19," sebut CDC. 

"Namun, laporan terbaru menunjukkan hubungan kausal yang masuk akal antara Vaksin Janssen dan TTS, efek samping yang jarang dan serius seperti pembekuan darah dengan trombosit rendah yang telah menyebabkan kematian,” imbuh CDC.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: BP-AKR sesuaikan harga BBM per November 2021, berikut daftar harga selengkapnya

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru