Catat, Kopi Bisa Menurunkan Risiko Terkena Diabetes

Senin, 20 Desember 2021 | 14:17 WIB Sumber: Healthline
Catat, Kopi Bisa Menurunkan Risiko Terkena Diabetes

ILUSTRASI. Meningkatkan asupan kopi bisa menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.


KONTAN.CO.ID - Kopi pernah dikutuk sebagai minuman yang buruk bagi kesehatan. Tetapi, ada penelitian menarik yang menunjukkan, meningkatkan asupan kopi sebenarnya bisa menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Ini jelas kabar baik bagi Anda yang tidak bisa menghadapi hari sampai mendapatkan secangkir kopi. Namun ingat, bagi mereka yang sudah mengidap diabetes tipe 2, kopi bisa memiliki efek buruk, ya.

Manfaat kopi bagi kesehatan untuk diabetes berbeda dari kasus ke kasus.

Mengutip Healthline, para peneliti di Harvard melacak lebih dari 100.000 orang selama sekitar 20 tahun. Mereka berkonsentrasi pada periode empat tahun, dan kesimpulan mereka kemudian diterbitkan dalam studi pada 2014.

Baca Juga: Minum air putih, ini 7 cara sederhana terbukti cegah gula darah tinggi

Mereka menemukan, orang yang meningkatkan asupan kopi lebih dari satu cangkir per hari memiliki risiko 11% lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Tapi, orang yang mengurangi asupan kopi sebanyak satu cangkir per hari meningkatkan risiko terkena diabetes sebesar 17%. Hanya, tidak jelas, mengapa kopi memiliki dampak terhadap perkembangan diabetes.

Sementara kopi bisa bermanfaat untuk melindungi orang dari diabetes, beberapa penelitian menunjukkan, kopi hitam dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang sudah menderita diabetes tipe 2.

Melansir Healthline, satu studi tahun 2004 memperlihatkan, mengonsumsi kapsul kafein sebelum makan menghasilkan glukosa darah pasca makan yang lebih tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Ini juga menunjukkan peningkatan resistensi insulin.

Baca Juga: Brokoli terbukti bisa menurunkan gula darah, ini cara penyajiannya

Menurut sebuah studi 2018, mungkin ada pendukung genetik yang terlibat. Gen mungkin berperan dalam metabolisme kafein dan bagaimana pengaruhnya terhadap gula darah. 

Dalam studi ini, orang yang memetabolisme kafein lebih lambat menunjukkan kadar gula darah yang lebih tinggi dibanding mereka yang memetabolisme kafein lebih cepat.

Tentu saja, ada lebih banyak kopi selain kafein. Hal-hal lain ini mungkin yang bertanggungjawab atas efek perlindungan yang terlihat dalam studi tahun 2014.

Minum kopi berkafein dalam jangka waktu yang lama juga bisa mengubah efeknya pada glukosa dan sensitivitas insulin. Toleransi dari konsumsi jangka panjang mungkin yang menyebabkan efek perlindungan.

Sebuah studi yang lebih baru dari 2018 menunjukkan, efek jangka panjang dari kopi dan kafein dapat dikaitkan dengan penurunan risiko pradiabetes dan diabetes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru