kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Catat 10 makanan tak sehat yang harus dibatasi di usia 40 tahun, apa saja?


Selasa, 14 September 2021 / 04:37 WIB
ILUSTRASI. Menerapkan pola hidup sehat akan membantu kita melalui usia 40 tahun dengan tetap sehat dan bugar, termasuk membatasi makanan tidak sehat. Foto: DOK Shutterstock      


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Minuman ini juga tak baik untuk usia berapa pun, termasuk ketika kita mengunjak usia 40 tahun. Selain karena sering kali dicampur dengan pewarna yang berpotensi memicu kanker, soda juga tinggi gula tambahan. 

Gula dapat berdampak negatif terhadap ovulasi dan berkaitan dengan motilitas sperma yang buruk. Tidak mengonsumsi soda juga menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh.  

8. Minuman berenergi

Sama seperti soda, minuman berenergi juga tinggi gula tambahan sehingga tidak baik bagi kesehatan. Terlalu banyak konsumsi gula dapat merusak email gigi dan membuat gigi lebih mudah ternoda. 

Selain itu, kandungan kafein dan natrium yang tinggi dalam minuman berenergi juga dapat menyebabkan dehidrasi, terutama jika kita lebih banyak meminumnya daripada minum air putih. Dehidrasi adalah salah satu faktor utama yang membuat kulit tampak lebih tua. 

Baca Juga: Catat! Ini 4 jenis kacang-kacangan yang aman dikonsumsi penderita diabetes

Untuk mencegah dehdrasi, ahli gizi sekaligus penulis Schedule Me Skinny: Plan to Lose Weight and Keep it Off in Only 30 Minutes a Week, Sarah-Jane Bedwell, RD, LDN menganjurkan minum delapan hingga 10 gelas air putih sehari atau lebih, terutama jika berolahraga. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×